Satu Titik Tiga Daerah Bersatu ,Tiga Bupati Bahas Pembangunan Flyover Mengkreng - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Satu Titik Tiga Daerah Bersatu ,Tiga Bupati Bahas Pembangunan Flyover Mengkreng

Thursday, 9 April 2026

KERTOSONO Warta Global Jatim.id

Simpang Tiga Mengkreng, yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang, dikenal bukan hanya sebagai simpul jalan strategis, tetapi juga sebagai salah satu titik kemacetan terberat di Indonesia. Menyadari pentingnya penanganan masalah ini, tiga kepala daerah turun langsung ke lokasi untuk mencari solusi permanen.
 
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan Bupati Jombang Warsubi menggelar pertemuan dan survei lokasi pada Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk membahas upaya penanggulangan kemacetan yang kerap terjadi, terutama memuncak saat periode arus mudik dan balik Lebaran.
 
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito menegaskan betapa krusialnya lokasi tersebut. Menurutnya, Simpang Mengkreng masuk dalam kategori titik kemacetan besar yang memerlukan perhatian khusus dan penanganan serius.
 
“Kita rembugan bahwa Simpang Mengkreng ini kan menjadi satu titik kemacetan tiga besar di Indonesia,” ujar Mas Dhito di lokasi.
 
Solusi Flyover Masuk Rencana Strategis Pusat
 
Dalam pembahasan yang dilakukan secara kekeluargaan namun tegas, ketiga bupati sepakat untuk mengambil langkah bersama. Salah satu solusi utama yang dianggap paling tepat untuk mengurai kepadatan lalu lintas adalah pembangunan Jalan Layang (Flyover).
 
Kabar baiknya, rencana pembangunan infrastruktur ini ternyata sudah masuk dalam skala prioritas dan rencana strategis nasional di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Artinya, peluang untuk terealisasi sangat besar jika didorong dengan kuat oleh pemerintah daerah.
 
“Tidak menutup kemungkinan kita bertiga akan sowan ke Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) lalu kita lanjut ke Kementerian PU,” ungkap Mas Dhito menjelaskan langkah politik dan birokrasi yang akan ditempuh.
 
Proposal Akan Disusun Segera
 
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menambahkan bahwa kemacetan di titik ini sudah menjadi masalah tahunan yang sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Oleh karena itu, ketiganya berkomitmen untuk tidak menunda waktu.
 
“Ini nanti akan kita ajukan bersama supaya kemacetan tidak ada lagi. Dalam satu dua minggu ini akan kita buat proposal,” tegas Warsubi.
 
Hal senada disampaikan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Ia memastikan bahwa teknis penyusunan dokumen akan segera dikerjakan oleh perangkat daerah masing-masing. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bappeda, serta Dinas Perhubungan dari ketiga kabupaten akan bersinergi menyusun usulan tersebut.
 
“Targetnya minggu depan proposal sudah jadi,” tandas Marhaen Djumadi dengan tegas.
 
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan tidak lama lagi kemacetan parah yang menjadi langganan di perbatasan tiga wilayah tersebut dapat segera teratasi, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.(Red)