Sampul “L’abuso” L’Espresso Diserang Israel, Isu “Israel Raya” Kian Terbuka ke Publik - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Sampul “L’abuso” L’Espresso Diserang Israel, Isu “Israel Raya” Kian Terbuka ke Publik

Wednesday, 15 April 2026
Sampul Majalah Mingguan Italia L Espresso

Warta Global Jatim.id — Polemik internasional kembali mencuat setelah Duta Besar Israel untuk Italia, Jonathan Peled, melontarkan kecaman keras terhadap sampul majalah mingguan Italia L'Espresso edisi 10 April 2026 yang dinilai “menyesatkan”.


Namun di balik kecaman tersebut, sorotan justru mengarah pada substansi yang diangkat media tersebut: dugaan proyek ekspansi “Israel Raya” yang kian terang-terangan digaungkan oleh elite politik Israel.

Sampul bertajuk “L’abuso” (pelecehan) menampilkan ilustrasi provokatif—seorang pemukim ilegal Israel berseragam militer merekam perempuan Palestina dalam kondisi tertekan. Visual ini bukan sekadar gambar, melainkan simbol yang oleh L’Espresso dimaknai sebagai potret relasi kuasa yang timpang di wilayah konflik.

Lebih jauh, tajuk utama “Sayap kanan Zionis membentuk Israel Raya” menegaskan arah editorial yang secara gamblang menuding adanya agenda ekspansionisme yang sistematis.

Peled menilai narasi tersebut sebagai manipulasi realitas. Namun, kritik itu justru beriringan dengan fakta politik yang sulit diabaikan. Sehari sebelum edisi tersebut terbit, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, secara terbuka mengungkapkan rencana terkait konsep “Israel Raya”—sebuah gagasan yang selama ini kerap dianggap sensitif namun kini mulai disuarakan di ruang publik.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah yang disebut “distorsi” oleh pihak Israel justru merupakan refleksi dari realitas yang mulai terkuak?

Laporan investigatif L’Espresso juga menyoroti pola berulang, di mana narasi keamanan digunakan sebagai legitimasi atas perluasan wilayah, termasuk di kawasan yang selama ini menjadi pusat konflik berkepanjangan.

Kontroversi ini tidak berdiri sendiri. Ketegangan hubungan Italia–Israel sebelumnya telah meningkat, terutama setelah pemerintah Italia memanggil Duta Besar Peled menyusul kebijakan Israel yang melarang Kardinal Pierbattista Pizzaballa memasuki Makam Suci pada perayaan Minggu Palma—langkah yang menuai kritik luas.

Sebagai salah satu media politik tertua di Italia, L'Espresso bukan pemain baru dalam kritik terhadap kekuasaan. Sejak Oktober 2023, media ini secara konsisten mengangkat laporan-laporan tajam terkait konflik Gaza, kekerasan pemukim ilegal, serta kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kini, polemik sampul “L’abuso” tidak lagi sekadar soal etika jurnalistik atau sensitivitas visual. Ia telah berkembang menjadi cermin pertarungan narasi global—antara klaim keamanan negara dan tuduhan ekspansi teritorial yang kian sulit disangkal.(red-)

Memuat konten...