NGANJUK Warta Global Jatim.id
Kirab dimulai sejak pukul 06.00 WIB bertempat di halaman Balai Desa Kalianyar. Ratusan peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tampak antusias mengenakan pakaian adat. Mereka berjalan bersama menuju Punden Desa dengan membawa benda pusaka serta nasi tumpeng yang dihiasi hasil bumi melimpah.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan menjadi wujud nyata dari upaya uri-uri budaya atau melestarikan warisan leluhur. Tujuannya agar nilai-nilai luhur tersebut tidak hilang dan terus dikenang oleh generasi muda.
"Alhamdulillah adanya kirab budaya kita bisa semakin mencintai desa kita. Harus kita uri-uri budaya ini agar anak cucu kita tahu dan semakin cinta desa kita sendiri," ujar Joko Murtejo Kepala Desa Kalianyar.
Secara khusus, keberadaan tumpeng hasil bumi yang diarak memiliki makna mendalam. Menurut Joko Murtejo hal tersebut menjadi simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi dan rezeki yang didapatkan oleh warga Desa Kalianyar selama ini.
Lebih jauh ia menjelaskan, antusiasme seluruh lapisan masyarakat yang turut serta, mulai dari pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, hingga pemuda, menunjukkan betapa kuatnya tali persaudaraan di desa tersebut.
"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memupuk rasa kebersamaan gotong royong dan guyub rukun antar warga desa dan juga sebagai suri tauladan kepada anak cucu kita untuk menjaga budaya leluhur yang beradab, guyup rukun ,gotong royong memperkuat tali persaudaraan antar seluruh elemen warga desa Kalianyar," tuturnya
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Desa Kalianyar berharap semangat kebersamaan dan kekompakan warga semakin terjalin erat. Hal ini diharapkan menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan Desa Kalianyar yang semakin maju, aman, dan sejahtera.(Tim-Red)


.jpg)