GEGER! MODAL BUMDES SUMBERSONO RP 100 JUTA HILANG MENGUAP, PENGURUS & PERANGKAT DESA SALING TUDING - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

GEGER! MODAL BUMDES SUMBERSONO RP 100 JUTA HILANG MENGUAP, PENGURUS & PERANGKAT DESA SALING TUDING

Wednesday, 1 April 2026



NGANJUK Warta Global Jatim.id

01/04/2026,Kasus dugaan korupsi dan penyimpangan pengelolaan keuangan kembali memanas di Desa Sumbersono, Kecamatan Lengkong. Dana permodalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang nilainya fantastis, mencapai Rp 100 juta, diduga kuat digelapkan dan tidak jelas nasibnya. Yang lebih memalukan, para pihak yang bertanggung jawab justru terlibat perang mulut dan saling melempar bola panas saat ditanya ke mana perginya uang rakyat itu.


Kejanggalan ini tercium bau tak sedap setelah warga menelisik data alokasi anggaran masa pemerintahan Kades Arif. Di atas kertas anggaran masuk besar-besaran, namun realitas di lapangan berkata lain. Unit usaha BUMDes justru terlihat "mati suri", tak bergerak, dan tak pernah menyentuh kesejahteraan masyarakat.

Mantan Bendahara Buka Suara: "Saya Sudah Mundur, Serahkan ke Kades"

Mantan Bendahara BUMDes, Juminto, mengaku sudah angkat tangan sejak dua tahun lalu karena alasan kesehatan. Menurut pengakuannya yang membongkar kebusukan lama, masalah macetnya dana ini bukan hal baru.

"Modal untuk simpan pinjam itu sudah macet dari dulu, sejak zaman Kades sebelumnya tahun 2019. Setelah ada Kades baru (Arif), saya tidak tahu uang itu dipakai buat apa. Saya sudah serahkan semua dokumen lengkap ke Pak Kades dan mengundurkan diri," tegas Juminto dengan nada kesal.

Senada dengan itu, Sekretaris BUMDes, Saifudin, juga tak mau ambil pusing. Ia menegaskan sejak 2022 BUMDes tak pernah lagi mengajukan anggaran karena usahanya sudah tak jalan.

"Kalau soal modal, lebih jelas tanyakan langsung ke Ketua BUMDes dan Jogoboyo. Saya tidak tahu-menahu soal itu," tandasnya ketus.

Sementara itu, Wariono selaku pengelola PAMSIMAS juga membantah menggunakan dana tersebut. Ia memastikan anggaran program air bersih terpisah jauh dari kasus BUMDes.

"Saya hanya pelaksana teknis di lapangan. Urusan uang, anggaran, dan gaji semua dipegang Jogoboyo. Soal modal Rp 100 juta itu, saya buta detailnya," ungkapnya.

Camat Lempar Tanggung Jawab, Kades Arif Sulit Ditemui

Ketika dikonfirmasi untuk meminta klarifikasi resmi, Camat Lengkong, Wardoyo, justru bersikap acuh tak acuh. Ia hanya menjawab singkat tanpa mau ambil bagian, "Langsung tanya Kepala Desa."

Namun ironisnya, hingga berita ini turun ke publik, sosok Kepala Desa Sumbersono, Arif, bak ditelan bumi. Sulit sekali ditemui dan dimintai keterangan untuk mempertanggungjawabkan hilangnya dana ratusan juta tersebut.

Warga Geram, Desak Polisi & Inspektorat Turun Tangan

Kondisi ini tentu saja memicu kemurka warga. Bagaimana tidak, ada anggaran masuk, tapi tak ada hasil usaha yang nyata, laporan keuangan pun tertutup rapat bak rahasia negara.

Masyarakat kini mendesak keras agar pihak berwenang seperti Inspektorat Kabupaten dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit mendalam. Jangan sampai uang rakyat yang seharusnya menjadi modal pembangunan dan kemakmuran desa, justru lenyap tak berbekas dimakan oknum tak bertanggung jawab.

Kasus ini kian panas dan menunggu tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik hilangnya uang Rp 100 juta tersebut.sumber portal Indonesia.(Tomo-Tim)