NGANJUK, Warta Global Jatim.id
Acara yang digelar di lokasi kebun duren seluas hektar tersebut bukan hanya menjadi ajang peresmian destinasi wisata baru di Kabupaten Nganjuk, melainkan juga momen saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan di antara para pengusaha se-Kabupaten Nganjuk, pejabat birokrasi dari berbagai instansi pemerintah daerah, awak media, serta masyarakat sekitar desa Duren,Jatirejo kecamatan Sawahan.
Abah Yanto, yang juga dikenal sebagai pengusaha tambang berpengalaman sekaligus pemerhati seni lokal, yang juga pimpinan Orkes Melayu New Ryan Musica,mengungkapkan tujuan mendasar dibukanya wisata kebun duren ini. "Saya sengaja memilih momen Hari Raya Idul Fitri untuk membuka wisata ini karena saya ingin acara ini menjadi simbol kedamaian dan kerja sama. Kita semua baru saja menjalani ibadah puasa yang penuh makna, dan saatnya kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya
Pengusaha kelahiran Nganjuk ini menambahkan bahwa undangan disebarkan secara luas kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. "Saya tidak ingin acara ini hanya dirasakan oleh kalangan tertentu saja. Dari pemerintah daerah hingga warga sekitar kebun, semua saya undang untuk bersama merayakan kemenangan ibadah dan meramaikan peresmian wisata ini. Semua adalah bagian dari keluarga besar kita di Kabupaten Nganjuk," jelasnya.
Pada acara tersebut, beberapa pejabat birokrasi hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi. Dari salah satu tamu undangan juga seorang Aktivis Yulma Margareta, panggilan akrabnya Mbak yulma juga mengapreasi langkah Abah Yanto yang tidak hanya berperan dalam dunia usaha tetapi juga peduli terhadap kemajuan daerah. "Hadirnya wisata kebun duren ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam pembangunan pariwisata di kecamatan kita. Selain memberikan referensi wisata baru, juga akan berdampak positif bagi ekonomi lokal," ujarnya.


.jpg)