HERI KOKO, PENGUSAHA KERTOSONO TUNTASKAN PERJALANAN KE IVCA PRAMBANAN, SIAP TEMPUH JARAK LEBIH JAUH LAGI - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

HERI KOKO, PENGUSAHA KERTOSONO TUNTASKAN PERJALANAN KE IVCA PRAMBANAN, SIAP TEMPUH JARAK LEBIH JAUH LAGI

Monday, 25 May 2026

 

NGANJUK Warta Global Jatim.id

Semangat baja yang tak kenal lelah kembali dibuktikan oleh putra terbaik Kabupaten Nganjuk. Heri Koko, seorang pengusaha sekaligus penggemar berat sepeda tua asal Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, telah kembali ke kampung halaman dengan selamat dan penuh kebahagiaan. Ia baru saja menuntaskan perjalanan epik mengayuh sepeda tuanya sejauh ratusan kilometer, dari rumahnya di Kertosono hingga hadir memeriahkan ajang bergengsi internasional International Veteran Cycle Association (IVCA) yang berlangsung di kawasan bersejarah Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Setelah melewati jalanan panjang dan menantang, Heri Koko akhirnya tiba kembali di kediamannya. Dengan wajah yang masih berseri-seri, ia ditemui dan bersedia berbagi kisah perjalanan luar biasa yang baru saja ia lalui. Meski harus mengeluarkan tenaga ekstra dan waktu berjam-jam di jalan, kepuasan yang ia rasakan jauh melebihi rasa lelah fisik.

"Memang jujur rasanya sangat capek dan lelah sekali, Pak. Tapi percayalah, rasa capek dan lelah itu semuanya hilang dan tertutupi seketika oleh rasa bahagia yang luar biasa serta rasa bangga yang tak terkira," ungkap Heri Koko dengan senyum lebar yang tak luntur sedikit pun.

 
Bagi Heri, perjalanan sejauh ini bukan sekadar aktivitas berkeliling atau hobi biasa. Ada makna mendalam yang ia temukan di setiap putaran roda sepeda tuanya. Perjalanan dari Nganjuk menuju lokasi acara di Prambanan menjadi sebuah catatan berharga dalam hidupnya yang tak akan terlupakan.
 
"Ini adalah sebuah kenangan yang sangat membahagiakan, dan akan menjadi catatan emas yang indah seumur hidup dalam riwayat perjalanan saya," tambahnya dengan mata yang berbinar penuh kebanggaan.
 
Di tengah rasa lelah yang pasti masih tersisa, muncul pertanyaan besar: apakah setelah menempuh jarak sejauh itu beliau merasa kapok atau enggan melakukan hal serupa lagi? Jawaban yang terlontar justru di luar dugaan dan memantik rasa kagum siapa saja yang mendengarnya. Semangatnya justru semakin berkobar, bukan meredup.
 
"Kapok? Sama sekali tidak, Pak. Justru sebaliknya, bila mana ada acara atau even besar lagi ke depannya, saya akan mengayuh lagi sepeda saya ini, walaupun jaraknya lebih jauh dari yang kemarin," tegasnya dengan nada yakin dan mantap.
 
Tekad Heri Koko untuk terus berkiprah di dunia sepeda tua tampaknya belum ada habisnya. Ia berniat untuk terus mengikuti berbagai even bertaraf dunia yang digelar di tempat-tempat bernilai sejarah di masa mendatang. Candi Prambanan baru satu pemberhentian; daftar tujuannya masih sangat panjang.
 
"Kemarin tujuannya Candi Prambanan, Klaten. Mungkin jika nanti ada even dunia misal diadakan di Candi Borobudur, di kawasan Jogja, atau bahkan sampai ke Pantai Parangtritis pun, saya tetap akan berangkat dan mengayuh sepeda tua saya ini sampai ke sana," pungkas Heri Koko, pengusaha asal Kertosono ini dengan penuh keyakinan tinggi.
 
Kisah Heri Koko menjadi bukti nyata bahwa kemauan yang kuat, ketekunan, dan kecintaan terhadap hobi serta budaya mampu mengalahkan rasa lelah, rintangan jalan, dan jarak yang membentang jauh. Semangat ini layak menjadi inspirasi bagi kita semua: bahwa sejauh apa pun tujuan kita, asalkan ada kemauan dan semangat, pasti akan sampai ke garis akhir dengan selamat dan penuh kebanggaan.(Tomo)