Tegal ,Warta Global Jatim.id
Kasus pembongkaran warung milik Ibu Suhaeni di Kaladawa, Tegal, menjadi viral di media sosial setelah ia menunjukkan kekecewaannya dalam video berbahasa Ngapak yang menyebar luas. Ibu Suhaeni mengaku telah memenuhi permintaan oknum Lurah Taslim, namun janji perlindungan agar warung tidak ditertibkan tidak ditepati.
Dalam video tersebut, Ibu Suhaeni menangis saat warungnya diratakan oleh Satpol PP. Ia mengaku sering diminta "layanan gratis" atau "kelon" oleh sang lurah dengan janji tempat usahanya akan aman. Namun kenyataan justru sebaliknya, yang membuatnya merasa dipermainkan.
Kasus ini memicu reaksi masyarakat yang menuntut klarifikasi dan penyelidikan transparan terkait dugaan penyalahgunaan jabatan serta permintaan imbalan tak pantas. Publik juga khawatir hal ini bisa merusak kepercayaan terhadap aparatur pemerintah.
Saat ini, pihak kelurahan telah melakukan klarifikasi bersama Ibu Suhaeni yang didampingi Babinkantibmas dan perangkat desa. Kedua belah pihak saling meminta maaf dan sepakat tidak akan mengulangi peristiwa serupa di masa depan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi resmi terkait tindakan lanjutan terhadap oknum yang bersangkutan.(Tomo)


.jpg)