Jatim.wartaglobal.id|Kota Batu – Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu menjadi tempat berkumpulnya puluhan perwakilan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batu pada Selasa (10/2/2026). Acara sosialisasi regulasi terkait Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar berlangsung hangat dan sarat akan substansi edukasi demokrasi.
Apa yang menjadi fokus kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang jelas terkait tata cara kepemiluan serta pentingnya peran perempuan dalam sistem demokrasi lokal. Mengapa kolaborasi dengan GOW dipilih karena organisasi perempuan dianggap memiliki jangkauan yang luas hingga ke tingkat keluarga, yang menjadi unit terkecil dalam masyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin. Suasana antusiasme terpancar dari para peserta yang tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif terlibat dalam dialog interaktif. Para peserta tidak segan melontarkan pertanyaan dan pendapat terkait tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas di tingkat lokal.
Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin antara KPU dan GOW Kota Batu. Ia menekankan bahwa organisasi perempuan seperti GOW merupakan pilar strategis dalam memperluas jangkauan literasi politik di tengah masyarakat Kota Batu.
“Sinergi ini sangat krusial. Keterlibatan perempuan bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan agen perubahan yang mampu menyentuh unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga,” ujar Heru. Ia menambahkan bahwa komitmen GOW Kota Batu untuk terjun bersama KPU merupakan langkah nyata dalam memastikan pendidikan pemilih tidak hanya berhenti di level elit, tetapi benar-benar membumi hingga ke akar rumput.
Bagaimana KPU Kota Batu menjalankan tugasnya tidak hanya sebatas teknis penyelenggaraan pemungutan suara. Menurut Heru, edukasi demokrasi adalah tanggung jawab yang tidak mengenal kata “usai”. Pendidikan pemilih merupakan tugas yang melekat dan berkelanjutan, bahkan ketika tidak sedang dalam tahapan krusial Pemilu atau Pilkada.
“KPU tidak hanya hadir saat tahapan pemilu berlangsung. Kami memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk terus mengedukasi masyarakat agar paham akan hak dan kewajibannya dalam sistem demokrasi kita,” tegas Heru di hadapan para anggota GOW. Fokus kerja KPU Kota Batu dalam jangka panjang adalah membangun kedewasaan berpolitik di kalangan masyarakat.
Menanggapi dinamika politik yang terus berkembang, Heru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi setiap isu yang muncul. Ia menegaskan bahwa KPU Kota Batu akan selalu berpijak pada koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Siapa yang menjadi target utama edukasi ini adalah seluruh masyarakat Kota Batu, khususnya perempuan sebagai agen perubahan.
Heru menjamin bahwa profesionalisme dan tanggung jawab adalah harga mati dalam setiap langkah yang diambil lembaga penyelenggara pemilu tersebut. Harapannya, dengan pemahaman yang benar tentang regulasi dan nilai-nilai demokrasi, masyarakat Kota Batu tidak akan mudah terombang-ambing oleh isu yang belum jelas dasar hukumnya. Kapan kegiatan serupa akan dilanjutkan masih akan diatur sesuai kesepakatan bersama, namun KPU berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan.[fer]


.jpg)