Pemkab Matangkan Jalur Lingkar Selatan, Diharapkan Urai Macet — DPRD Ingatkan Jangan Korbankan Lahan Produktif - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Pemkab Matangkan Jalur Lingkar Selatan, Diharapkan Urai Macet — DPRD Ingatkan Jangan Korbankan Lahan Produktif

Thursday, 19 February 2026

Pemkab Matangkan Jalur Lingkar Selatan, Diharapkan Urai Macet — DPRD Ingatkan Jangan Korbankan Lahan Produktif



BOJONEGORO —Jatim.Wartaglobal.id -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bojonegoro mulai mematangkan rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai solusi jangka panjang mengurai kemacetan sekaligus membuka simpul pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kota.

Rencana strategis itu dipaparkan dalam forum resmi bersama tim kajian dari Universitas Gadjah Mada, yang menyampaikan hasil studi kelayakan pembangunan JLS terintegrasi flyover, Senin (18/2/2026), di Ruang Angling Dharma.

Bupati Setyo Wahono menegaskan proyek ini tidak boleh sekadar ambisi pembangunan, tetapi harus menjawab persoalan riil di lapangan—kemacetan kronis, distribusi logistik yang tersendat, serta ketimpangan akses ekonomi.

“Konsepnya harus efisien, minimalis, tetapi tetap visioner. Kita ingin menyelesaikan masalah tanpa pemborosan anggaran,” tegasnya.

Fokus: Alihkan Kendaraan Berat dari Tengah Kota
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Chusaifi Ifan, menjelaskan bahwa setelah studi kelayakan rampung pada 2025, tahun 2026 menjadi tahap krusial penyusunan Detailed Engineering Design (DED).

Selain desain teknis, pemerintah juga akan memproses:

Pengadaan lahan
Penyusunan AMDAL
Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN)
JLS direncanakan berada di sisi selatan rel kereta api dan terintegrasi flyover guna menghilangkan hambatan perlintasan sebidang, terutama bagi kendaraan logistik bertonase besar yang selama ini menjadi penyebab utama kepadatan kota.

Tim kajian yang dipimpin Prof. Ali Awaluddin menilai jalur lingkar akan signifikan menurunkan volume kendaraan yang selama ini menumpuk di simpul-simpul perkotaan.

DPRD Dukung, Tapi Beri Catatan Keras
Ketua DPRD Abdullah Umar menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut, namun mengingatkan agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru.

Tiga catatan utama DPRD:

Perlindungan Lahan Produktif
Pembebasan lahan harus selektif agar tidak menggerus area pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Dampak Ekonomi Lokal

Jalur baru harus membuka akses usaha masyarakat, bukan justru “mematikan” aktivitas ekonomi lama.

Manajemen Akses Masuk–Keluar
Kesalahan desain simpang berpotensi menciptakan titik macet baru.

“Jangan sampai membangun jalan baru, tapi memindahkan masalah,” ujarnya.
Proyek Infrastruktur Strategis Jangka Panjang
Wakil Bupati Nurul Azizah bersama jajaran OPD dan pemangku kepentingan turut hadir dalam pemaparan tersebut, menandai bahwa proyek JLS bukan sekadar pembangunan jalan, melainkan bagian dari strategi besar penataan mobilitas dan arah pertumbuhan kota Bojonegoro ke depan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, JLS akan menjadi koridor alternatif bagi kendaraan berat, mengurangi tekanan lalu lintas dalam kota, sekaligus membuka ruang pengembangan kawasan ekonomi baru di sisi selatan.

Namun, keberhasilan proyek ini akan sangat ditentukan oleh ketepatan desain, keberanian mengendalikan alih fungsi lahan, dan kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kepentingan masyarakat lokal.
Red(**)