Mbah Tuminah 85 Tahun di Patianrowo Sakit Parah, Atap Bocor dan Tak Layak Huni - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Mbah Tuminah 85 Tahun di Patianrowo Sakit Parah, Atap Bocor dan Tak Layak Huni

Monday, 23 February 2026

Nganjuk Warta Global Jatim.id
Nasib Mbah Tuminah (85), janda warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, sangat memprihatinkan. Lansia ini kini terbaring sakit dan hanya dirawat oleh anaknya, Agus (45). Rumah tempat mereka tinggal juga sudah rusak parah dan tidak layak huni, sehingga butuh perhatian cepat dari pemerintah daerah.
 

Menurut tetangga sekitar, Mbah Tuminah sudah sakit selama beberapa bulan dan butuh didampingi terus-menerus. Karena itu, Agus tidak bisa bekerja mencari uang. Kalau ditinggal, takut terjadi sesuatu pada ibunya.
 
"Sudah beberapa bulan ini Mbah Tuminah sakit terus. Anaknya, Agus, tidak bisa pergi kerja karena harus jaga ibunya. Kalau ditinggal, takut ada apa-apa," ujar salah satu tetangga yang tidak mau disebut namanya, Senin (23/02).
 
Kehidupan sehari-hari mereka hanya mengandalkan bantuan sosial dari pemerintah, yaitu PKH dan BPNT. Namun, bantuan itu masih kurang untuk menutupi biaya pengobatan Mbah Tuminah dan memperbaiki rumah yang rusak parah.
 
Rumah mereka sederhana tapi sudah rapuh. Dindingnya retak dan atapnya bocor saat hujan. Kondisi rumah yang tidak sehat ini tentu berbahaya bagi kesehatan Mbah Tuminah yang sedang sakit.
 
"Rumahnya sudah sangat tidak layak huni. Kalau hujan, pasti bocor di sana-sini. Kami tetangga hanya bisa membantu sebisanya, tapi tentu tidak cukup," tambah tetangga tersebut.
 
Agus merasa tertekan. Ia ingin bekerja tapi tidak bisa meninggalkan ibunya. Perbaikan rumah juga jadi kebutuhan mendesak yang sulit dipenuhi karena uang kurang.
 
Melihat kondisi ini, seorang aktivis sudah melaporkan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Baznas untuk minta bantuan bedah rumah.
 
"Nggeh Pak, kita koordinasikan dengan pihak Pemdes untuk membuat surat ke Baznas," ujar Huda, Kepala Dinas Perkim.
 
Sebelumnya juga sudah ada perhatian dari pemerintah desa namun belum sepenuhnya tercover terkait bantuan.Masyarakat berharap pemerintah dari desa sampai kabupaten segera turun tangan. Bantuan yang diharapkan bukan hanya perbaikan rumah, tapi juga perawatan medis lebih baik untuk Mbah Tuminah dan dukungan ekonomi agar Agus tidak terlalu berat beban hidupnya.
 
Sampai sekarang, belum ada tindakan lanjutan dari pihak terkait. Warga berharap bantuan segera datang agar Mbah Tuminah dan anaknya bisa hidup lebih layak.(Tomo)