Pembangunan Jembatan Buntalan Tetap Sesuai Spek, Terkendala Cuaca Ekstrem dan Banjir - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Pembangunan Jembatan Buntalan Tetap Sesuai Spek, Terkendala Cuaca Ekstrem dan Banjir

Monday, 23 February 2026
Pembangunan Jembatan Buntalan Tetap Sesuai Spek, Terkendala Cuaca Ekstrem dan Banjir


BOJONEGORO –Jatim.wartaglobal.id -Pelaksanaan proyek pembangunan jembatan di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro dipastikan tetap berjalan sesuai spesifikasi teknis. 

Keterlambatan waktu pelaksanaan bukan disebabkan kelalaian pekerjaan, melainkan faktor alam yang tidak dapat dihindari.

Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, proyek tersebut merupakan bagian dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp2,58 miliar. 

Jembatan dirancang memiliki panjang 36 meter dan lebar 5 meter, yang diharapkan menjadi akses vital penghubung antarwilayah dan mendukung mobilitas ekonomi warga.

Namun dalam pelaksanaannya, pekerjaan menghadapi tantangan berat berupa intensitas hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

 Kondisi tersebut diperparah dengan naiknya debit air sungai hingga menyebabkan banjir, sehingga sejumlah tahapan konstruksi—terutama pekerjaan struktur bawah—tidak dapat dilakukan secara maksimal demi menjaga kualitas bangunan.

Kepala Desa Buntalan, Sujoko, menegaskan bahwa proyek tidak mangkrak dan tetap dikerjakan sesuai perencanaan teknis.

“Pekerjaan tetap berjalan dan dilaksanakan sesuai spesifikasi. Kendala utama memang cuaca buruk dan kondisi alam, karena saat hujan deras dan banjir, pengecoran maupun pekerjaan teknis lain tidak memungkinkan dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan penyedia barang dan jasa agar percepatan dapat segera dilakukan ketika kondisi cuaca memungkinkan.

“Kami meminta penyedia segera memenuhi seluruh kebutuhan pekerjaan, termasuk material untuk cor beton, sehingga saat situasi sudah mendukung, pekerjaan bisa langsung dikebut agar selesai sesuai target proyek,” tegasnya.


Secara teknis, penundaan sementara justru dilakukan untuk menjaga mutu konstruksi. Pengecoran beton dalam kondisi tergenang atau saat curah hujan tinggi berisiko menurunkan kualitas struktur dan tidak sesuai standar pelaksanaan.

Proyek infrastruktur ini diharapkan nantinya memperlancar akses transportasi warga Desa Buntalan dan sekitarnya di wilayah Bojonegoro, khususnya di kawasan Temayang yang selama ini membutuhkan sarana penghubung lebih representatif.

Pemerintah desa memastikan komitmen penyelesaian proyek tetap menjadi prioritas, dengan menekankan kualitas pekerjaan, keselamatan konstruksi, dan ketepatan fungsi jembatan bagi masyarakat dalam jangka panjang.