Portal Jembatan TBB Diperbaiki, Upaya Cegah Truk Over Tonase dan Lindungi Konstruksi
BOJONEGORO –Jatim.Wartaglobal.id - Polemik pemasangan portal di akses Jembatan TBB akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat viral isu dugaan pungutan liar (pungli) dan menuai pro-kontra di masyarakat, aparat kepolisian bersama unsur pemerintah melakukan patroli dan pengecekan langsung di lokasi, wilayah Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.
Hasil evaluasi menunjukkan, portal tersebut bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi, melainkan sebagai langkah teknis mengendalikan kendaraan bertonase berlebih yang selama ini menjadi ancaman serius bagi kekuatan jembatan.
Disesuaikan Secara Teknis
Portal kini telah diperbaiki dengan ukuran yang lebih proporsional, yakni:
Tinggi: 3,5 meter
Lebar: 2,40 meter
Penyesuaian itu dilakukan agar kendaraan logistik yang sesuai spesifikasi tetap bisa melintas, sementara truk dengan muatan berlebih otomatis tereduksi.
Antisipasi Kerusakan Struktur Jembatan
Pemasangan portal dinilai sebagai bentuk perlindungan infrastruktur publik. Selama ini, kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) menjadi penyebab utama:
Retaknya lantai jembatan
Penurunan daya dukung konstruksi
Usia pakai jembatan yang jauh lebih pendek
Risiko kecelakaan akibat kegagalan struktur
Jika dibiarkan, kerusakan tersebut justru akan berdampak luas pada masyarakat sendiri, mulai dari terganggunya distribusi barang hingga potensi penutupan total jalur saat perbaikan besar harus dilakukan.
Edukasi, Bukan Pembatasan
Langkah ini juga dimaksudkan sebagai edukasi bagi para sopir angkutan agar lebih disiplin terhadap batas muatan.
Dengan adanya portal fisik, pengemudi diingatkan secara langsung untuk:
Tidak memaksakan muatan melebihi kapasitas
Menyesuaikan dimensi kendaraan dengan standar jalan
Mengutamakan keselamatan daripada efisiensi sesaat
Pengawasan Bersama
Perbaikan portal dilakukan melalui koordinasi lintas unsur pemerintah kecamatan, desa, serta dinas terkait, dengan pengawasan langsung di lapangan agar tidak terjadi penyimpangan maupun kesalahpahaman di masyarakat.
Menjaga Aset Daerah
Jembatan merupakan aset vital yang dibangun dengan anggaran besar dan dirancang untuk jangka panjang. Tanpa pengendalian tonase, kerusakan bisa terjadi jauh lebih cepat dari umur rencana.
Karena itu, keberadaan portal bukan sekadar palang pembatas, melainkan instrumen pengendali keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur.
Masyarakat dan pengguna jalan kini diharapkan dapat memahami fungsi utamanya:
bukan menghambat perjalanan, tetapi memastikan jembatan tetap aman dilalui hari ini, besok, dan bertahun-tahun ke depan.


.jpg)