JAKARTA|jatim.wartaglobal.id - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan atensinya terhadap stabilitas harga pangan di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang menyebut bahwa presiden sering menelepon beberapa kali dalam sehari untuk memantau kondisi harga bahan pokok, khususnya beras dan minyak goreng.
Menurut Amran, Presiden Prabowo meminta harga pangan tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan. "Arahan Bapak Presiden, harga diminta stabil, bila perlu turun. Itu permintaan beliau, dan beliau pantau secara langsung," ujar Amran.
Amran juga menuturkan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya berkomunikasi dengannya, melainkan juga dengan Wakil Menteri Pertaniannya, Sudaryono, untuk memastikan harga tetap terkendali. "Tadi malam pun beliau menelepon, memantau perkembangan harga. Bahkan, Wakil Menteri Pertanian juga ditelepon," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Amran memastikan bahwa stok pangan nasional, termasuk beras dan minyak goreng, berada dalam kondisi yang melimpah. Maka dari itu, dia menegaskan tidak ada alasan bagi harga untuk mengalami lonjakan yang signifikan.
Kementan bersama dengan pemerintah daerah dan sejumlah BUMN Pangan terus menggelar operasi pasar murah di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitir 1446 H. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat akibat fluktuasi harga bahan pokok.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan harga pangan dapat tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Hal ini akan membantu mengurangi beban masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup menjelang Idul Fitri.
Dengan demikian, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat Indonesia.[fir]
KALI DIBACA