JAKARTA|jatim.wartaglobal.id -Kemenko Polkam telah menyelenggarakan Rapat Pleno Desk Koordinasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) di Jakarta, Selasa (25/3/2025). Rapat tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan tugas fungsi Desk, mengidentifikasi isu strategis dan masalah pelindungan PMI, serta mengidentifikasi program kerja Desk Tahun 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Adi Winarso, menekankan pentingnya penanganan holistik dalam melindungi PMI. "Penanganan perlu dilakukan secara holistik, tidak bisa parsial, agar dapat berdampak nyata," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Irjen Pol. Dwiyono, juga menyampaikan bahwa Desk Koordinasi PPMI perlu mengidentifikasi akar permasalahan PMI, menetapkan roadmap peningkatan pelayanan dan pelindungan PMI, serta menyinkronkan data dan informasi.
Dwiyono juga menekankan pentingnya optimalisasi kerja Desk dalam mengatasi permasalahan PMI. "Perlu adanya optimalisasi kerja Desk sebagai solusi mengatasi permasalahan PMI," katanya.
Rapat Pleno Desk Koordinasi PPMI tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk KP2MI, Kemenko Polkam, dan lain-lain. Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas tentang target penempatan PMI pada tahun 2025, yaitu sebanyak 425.000 penempatan dengan target remitansi sebesar Rp349,4 Triliun.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pelindungan PMI sejak sebelum penempatan, selama penempatan, dan setelah penempatan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kasus PMI bermasalah di luar negeri.
Dengan demikian, diharapkan Desk Koordinasi PPMI dapat berperan efektif dalam melindungi PMI dan meningkatkan kualitas pelayanan serta pelindungan bagi PMI. [Fir]
ˢᵘᵐᵇᵉʳ ˢⁱᵃʳᵃⁿ ᵖᵉʳˢ ⁿᵒ26/ˢᵖ/ʰᵐ.01.02/ᵖᵒˡᵏᵃᵐ/03.2025
KALI DIBACA