Aksi Demo DKR Minta Pertanggungjawaban Pemkot Depok Jawa Barat atas Manipulasi Nilai Rapor - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Aksi Demo DKR Minta Pertanggungjawaban Pemkot Depok Jawa Barat atas Manipulasi Nilai Rapor

Thursday, 18 July 2024



πš“πšŠπšπš’πš–.πš πšŠπš›πšπšŠπšπš•πš˜πš‹πšŠπš•.πš’πš - Depok.Ratusan massa menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada 2024 di Kantor Wali Kota Depok, Kamis (18/7/2024).


Massa demo tergabung dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) tersebut dengan ketua kordinator Wido Praktikno juga mempersoalkan kepada 51 calon peserta didik (CPD) lulusan SMPN 19 Depok yang dianulir dari 8 SMA Negeri disebabkan manipulasi nilai rapor


Di dalam orasinya, masa demo menyinggung nasih puluhan siswa calon peserta didik (CPD)  yang di anulir dan meminta pertanggungjawaban dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat


“Mereka yang sudah sekolah tapi dikeluarkan dari sekolah, ini negeri apa ya,” ucap sang orator di atas mobil pick up.


Mereka saat di ketemui, mereka selalu terhadap kecurangan terhadap 51 siswa tersebut maka yang patut disalahkan adalah sistem PPDB-nya.


“Ini negeri apa ya, yang telah menciptakan anak-anak yang trauma terhadap sekolah negeri ini,” sambil teriak orator sambil mengangkat kari ke atas.


Selain itu, "Ayo kita buktikan ada 51 orang itu, mereka hari ini sedang menangis, sedang murung di rumah-rumah mereka, mereka malu dikeluarkan dari sekolah,” ungkapnya.


"Kami juga memohon kepada Wali Kota Depok Jawa Barat untuk segera agar bersurat supaya mengajukan permohonan untuk mengoptimalisasi Rombongan belajar, selanjutnya juga menambah banyak rombongan belajar baru di setiap sekolah SMA dan SMK Negeri berada di Kota Depok dan harus menambah atau menyiapkan sekolahan baru yang berada di kota Depok, karena itu Kota Depok merupakan kota padat penduduk," tuturnya.


Masa demo membawa spanduk yang bertuliskan sebagai berikut “Pak Wali Kota, kami warga Depok, anak kami belum dapat sekolah,” tulis dalam spanduk


"SMA/SMK yang ada di kota depok, Kami orang Depok tapi.. Belum mendapatkan sekolah"tulis dalam spanduk


Ketua LSM kapok telah menuntut pemerintah Jawa Barat melalui pemerintah kota Depok siswa yang belum sekolah agar siswa agar sekolah


Kami telah menuntut pemerintah jawa Barat melalui pemerintah kota Depok untuk siswa yang belum sekolah harus sekolah ya, ibu. Kata kasino Ketua LSM Kapok dalam wawancara di depan awak media


Pada tahun tahun sebelumnya belum terjadi ada bermasalah dengan adanya pejabat baru pj Gebernur Jawa Barat ini, Namun, disayangkan seperti nya PJ gebernur Jawa Barat yang melakukan biaran patuh di duga ada unsur politik, Ucapnya


Seharusnya Pendidikan tidak tertarik unsur politik sambil teriak ke masa. Masa bilang betul. 


Yang terjadi keberatan teman teman adalah tahun tahun tidak terjadi permasalahan tentang PPDB tapi tahun tahun ini masalah ditutup, ada apa dengan ini, ujarnya


Dia mengucapkan Jika PJ gebernur Jawa Barat ada masalah dengan menteri pendidikan itu urusan mereka jangan kami tarik tarik urusan politik bentuk kan, masa demo bilang betul. 


Tahun lalu otorisasi terbuka artinya apa jadi mengampu siswa siswa yang tidak mampu di sekolah swasta karena sekolah mahal maka di mampung ke sekolah sekolah negeri, betul kan, demo masa bilang betul,begitu.Tambahnya


Tahun ini kenapa, kami menjadi seolah olah menjadikan korban politik antara PJ gebernur Jawa Barat dengan dengan menteri pendidikan


Tetap kami akan melakukan langkah langkah persurasi menuntut kepada walikota depok dan DPRD kota Depok, yang kedua kami minta kepada walikota depok diakhir masa jabatan ini untuk memfasilitasi masyarakat yang belum sekolah, Yang ketiga segera walikota depok dan DPRD kota Depok untuk membuat surat usulan bawa membangun SMA n SMK negeri Depok untuk di tambah sesuai tingkat lulus SMP kota Depok, ucapnya


Pelru di catatan," kami telah ketemukan interaksi bawa salah oknum sekolah negeri anak butuhkan khusus berjumlah 11 tapi fakta nya dapat diduga yang temukan ada dua, sembilan milik siapa".tambahan



α΅α΅’βΏα΅—Κ³β±α΅‡α΅˜α΅—α΅’Κ³

(Ariesto)