PELATIH LINTAS PERGURUAN SILAT BERSATU DI ARENA, BUKTIKAN SPORTIVITAS LEBIH BERHARGA DARIPADA SEKADAR JUARA! - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

PELATIH LINTAS PERGURUAN SILAT BERSATU DI ARENA, BUKTIKAN SPORTIVITAS LEBIH BERHARGA DARIPADA SEKADAR JUARA!

Friday, 16 October 2026

SURABAYA, WARTA GLOBAL JATIM.ID – Arena pertandingan pencak silat tak hanya menjadi tempat para atlet beradu kemampuan dan mengejar prestasi. Lebih dari itu, arena tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman, serta menumbuhkan semangat sportivitas di antara para pelatih dari berbagai perguruan silat.

Suasana penuh keakraban itu tergambar dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela kegiatan pertandingan pencak silat di Surabaya, Kamis (15/10/2026). Pertemuan yang terjadi tanpa direncanakan tersebut mempertemukan sejumlah pelatih dan pendamping yang hadir untuk mendukung murid-murid atau santri mereka bertanding.


Meski berasal dari perguruan yang berbeda, perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk menjalin komunikasi. Mereka justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman selama melatih, hingga mengenang perjalanan ketika masih menjadi atlet atau peserta didik.

Obrolan yang berlangsung santai itu tidak semata-mata membahas kemenangan maupun kekalahan di arena pertandingan. Mereka juga berdiskusi mengenai pentingnya membangun karakter generasi muda melalui pencak silat, mulai dari kedisiplinan, penghormatan kepada sesama, pengendalian diri, hingga menjaga kebugaran dan kesehatan fisik.

Bagi para pelatih, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri yang berorientasi pada medali dan gelar juara. Pencak silat juga merupakan sarana pendidikan karakter yang mengajarkan nilai-nilai luhur, tanggung jawab, kerendahan hati, serta penghormatan terhadap lawan.

Dalam perbincangan tersebut, Kang Eko menyampaikan pandangannya mengenai makna prestasi yang seharusnya menjadi bekal positif bagi masa depan.

“Prestasi bukan untuk menjadi alasan menyombongkan diri, melainkan menjadi kebaikan yang dibawa ke depan untuk masa-masa selanjutnya,” ujar Kang Eko.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari Kang Catur, Kang Halim, dan Gus Tegar. Pertemuan mereka kemudian berkembang menjadi ruang diskusi yang hangat, diwarnai pertukaran informasi, pendapat, dan gagasan demi kemajuan pembinaan pencak silat.

Momen sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa persaingan di arena pertandingan tidak harus melahirkan permusuhan. Sebaliknya, kompetisi dapat menjadi sarana untuk saling menghormati, belajar dari pengalaman, dan memperkuat hubungan antarpelatih maupun antarperguruan.

Para pelatih memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, yakni membimbing generasi muda agar mampu meraih prestasi tanpa kehilangan sikap rendah hati, menjunjung kejujuran, serta menghargai setiap orang yang ditemui dalam perjalanan mereka.

Pada akhirnya, kemenangan terbesar dalam pencak silat bukan hanya ketika seorang atlet berhasil berdiri di podium juara, tetapi juga ketika nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, dan budi pekerti tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Dari arena silat untuk persaudaraan: berbeda perguruan, tetap satu semangat dalam menjunjung sportivitas dan membangun generasi berkarakter.

Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 16 Oktober 2026.
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id
Media Cepat, Akurat & Terpercaya