
Wakil Ketua DPRD Pekalongan Sumar Rosul Ajak Pemda dan Masyarakat Gotong Royong Bantu Korban Kebakaran Rowoyoso, Sabtu (5/9/26).
PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, S.IP, M.AP mengajak Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat bergotong royong membantu korban kebakaran dua rumah warga di Dukuh Ketepeng, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (5/9/2026).
Kebakaran yang terjadi pada 3 September 2026 tersebut menghanguskan dua rumah warga. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemilik dan keluarganya sedang bekerja.
H. Sumar Rosul menjelaskan, api diduga berasal dari tungku dapur yang sebelumnya dianggap sudah padam. Namun, bara yang masih menyala ditambah hembusan angin kencang membuat api kembali membesar dan merembet hingga menghanguskan dua rumah.
“Api awalnya dari tumpukan dapur yang terpisah dari rumah. Dianggap sudah mati, ternyata masih menyala dan karena didorong angin kencang akhirnya merembet dan melalap dua unit rumah,” jelasnya.
Akibat kebakaran tersebut, dua sepeda motor dan sejumlah barang berharga milik korban turut hangus terbakar. Kondisi korban Wasiah ( 46) thn dan Zaenal Arifin (40) thn yang tergolong kurang mampu membuat bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu mereka membangun kembali tempat tinggal.
Sumar Rosul mengapresiasi masyarakat Desa Rowoyoso yang secara sukarela menggalang bantuan. Hingga kini, dana swadaya masyarakat yang terkumpul mencapai sekitar Rp13 juta dan penggalangan masih terus dilakukan.

Dirinya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait, BPBD dan Baznas untuk membantu meringankan beban korban, termasuk dalam proses pembersihan lokasi pascakebakaran.
Sementara itu, dukungan Pemerintah Daerah juga akan diupayakan melalui pembahasan perubahan anggaran pada September 2026. Bantuan pembangunan kembali rumah diperkirakan sekitar Rp35 juta untuk setiap unit, sehingga untuk dua rumah dibutuhkan sekitar Rp70 juta.
“Insyaallah kami usahakan dan perjuangkan supaya ada anggaran untuk pembangunan rumah kembali. Kami juga mengajak warga, para donatur, media, instansi maupun lembaga lainnya yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama membantu,” ungkapnya.
Dorong Armada Damkar Dibagi Tiga Titik
Selain persoalan bantuan bagi korban, Sumar Rosul juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan evaluasi terhadap pola penempatan armada pemadam kebakaran (Damkar).
Hal itu menyusul adanya kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Pekalongan, di mana ketika petugas Damkar tiba di lokasi, kondisi api sudah hampir padam.
Menurutnya, jarak antara lokasi kebakaran dengan pangkalan armada yang masih terpusat di satu lokasi menjadi salah satu kendala. Kondisi lalu lintas dan kemacetan juga dapat memperlambat waktu tempuh petugas menuju lokasi kejadian.

“Penanganan kebakaran itu membutuhkan waktu yang singkat dan cepat. Jangan sampai ketika Damkar datang, api sudah hampir padam,” ujarnya.
Karena itu, ia mengusulkan agar armada Damkar tidak hanya terpusat di Kajen, tetapi dibagi ke tiga titik strategis untuk mempercepat jangkauan pelayanan.
“Harusnya penempatan mobil Damkar itu dibagi tiga titik. Satu di Kajen, satu di Kedungwuni yang padat penduduk, dan satu lagi di wilayah Kecamatan Wiradesa Dengan begitu, kalau terjadi kebakaran bisa ditangani secara cepat tanpa terkendala jarak dan ya kemacetan di jalan,” jelasnya.
Menurut Sumar Rosul, pemerataan penempatan armada Damkar penting untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap kejadian kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Ini bukan hanya persoalan Damkar6 datang, tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat ketika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.
Kades Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Sementara itu, Kepala Desa Rowoyoso Subhan menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada korban kebakaran. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi warga yang terdampak musibah.
“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Melalui Pak Sumar Rosul kebutuhan korban kebakaran bisa terbantu dan terpenuhi,” ujarnya.
Ia berharap kepedulian dan semangat gotong royong terus terjalin sehingga masyarakat yang tertimpa musibah dapat segera bangkit.
Kepala Desa Rowoyoso Subhan juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum ditinggalkan.
“Pesan saya kepada masyarakat, terutama ibu-ibu, ketika akan meninggalkan rumah pastikan listrik, kompor dan peralatan lainnya sudah benar-benar aman dan dalam kondisi padam,” pesannya.
Senada, Sumar Rosul mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi kemarau dan angin kencang. Pemeriksaan terhadap kompor, gas, instalasi listrik serta peralatan elektronik perlu dilakukan sebelum rumah ditinggalkan.
“Kalau meninggalkan rumah, harus dicek ulang dapurnya, apakah benar-benar aman. Kemudian arus listrik dan alat-alat listrik juga perlu dicek agar tidak menimbulkan bahaya,” katanya.
Ia menegaskan, musibah kebakaran menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial sekaligus kesiapsiagaan bersama.
“Di saat ada saudara atau warga kita terkena musibah, mari bersama-sama bangkit dan membantu menyelesaikan persoalan sesuai kemampuan masing-masing dengan ikhlas,” pungkasnya. ( Ari )


.jpg)