Helikopter Polri 56 Kali Water Bombing, Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Helikopter Polri 56 Kali Water Bombing, Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Monday, 7 September 2026
Helikopter melakukan pemadaman Kebakaran TPA Putri Cempo dengan menyiram air dari udara, Sabtu (5/9/26).


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, terus dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara. Hingga tiga hari pelaksanaan operasi udara, helikopter Polri telah melakukan 56 kali water bombing dengan total sekitar 28.000 liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran.

Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani, mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, mengatakan dukungan pemadaman melalui udara difokuskan untuk membantu petugas darat menjangkau area yang sulit ditangani secara langsung.

“Selama tiga hari water bombing yang dilakukan Polri sebanyak 56 kali. Hari pertama 26 kali, hari kedua 20 kali, dan hari ini 10 kali,” ujar Lingga.

Setiap satu kali penerbangan, helikopter membawa sekitar 500 liter air. Air tersebut diambil dari aliran Sungai Bengawan Solo sebelum diterbangkan menuju kawasan TPA Putri Cempo dan dijatuhkan pada titik-titik yang masih menunjukkan adanya api maupun kepulan asap.

“Untuk kapasitas airnya sekitar 500 liter sekali angkut dan air diambil dari Sungai Bengawan Solo,” jelasnya.

Pemadaman melalui udara menjadi bagian dari strategi penanganan karena kebakaran terjadi di area timbunan sampah yang cukup tebal. Kondisi tersebut membuat sebagian sumber api sulit dijangkau menggunakan peralatan pemadam dari darat.

Di lapangan, personel gabungan dari Polri, TNI, pemadam kebakaran dan unsur terkait tetap melakukan penyisiran. Petugas menggunakan selang serta peralatan pemadam untuk membasahi titik-titik yang masih mengeluarkan asap sekaligus mencegah bara di dalam timbunan sampah kembali menyala.

“Untuk kegiatan pemadaman sudah kami lakukan sejak kemarin. Sampai saat ini kami masih melakukan pemadaman dan akan terus dilakukan sampai selesai,” kata Lingga.

Selain pemadaman api terbuka, proses pendinginan menjadi perhatian utama. Pasalnya, bara yang berada di bagian dalam tumpukan sampah berpotensi kembali memicu kebakaran meskipun api di permukaan telah berkurang.

Karena itu, petugas terus melakukan penyiraman berulang pada lokasi yang dianggap rawan. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penyisiran untuk memastikan titik-titik panas dapat dikendalikan secara bertahap.

Kebakaran Memasuki Hari Keenam

Perkembangan terbaru pada Senin (7/9/2026) menunjukkan kebakaran TPA Putri Cempo belum sepenuhnya padam dan telah memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menghadapi kendala untuk menjangkau Blok B yang menjadi salah satu area dengan titik api dan kepulan asap. Sebanyak 76 petugas gabungan dengan dukungan 11 armada dikerahkan untuk melanjutkan proses pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo mengatakan petugas saat ini berupaya menyisir Blok D untuk membuka akses menuju Blok B. Langkah tersebut diperlukan agar personel dan peralatan berat dapat mendekati lokasi yang hingga kini sulit dijangkau.

Kepulan asap masih terlihat di sejumlah bagian, termasuk Blok B dan Blok D. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga harus memastikan bara di dalam timbunan sampah benar-benar terkendali.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemadaman dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Saat meninjau lokasi pada Sabtu (5/9/2026), ia menyebut area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 4,4 hektare dan masih terdapat bara api di dalam timbunan sampah.

“Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus,” tegas Ahmad Luthfi saat meninjau penanganan kebakaran.

Penanganan dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari pemadaman darat, water bombing, penyemprotan hingga injeksi untuk menjangkau sumber api yang berada di dalam timbunan sampah. Dukungan personel dan armada juga terus diperkuat agar kebakaran tidak meluas.

Selain menangani api, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap warga yang terdampak asap. Pemprov Jawa Tengah telah mengerahkan layanan Dokter Spesialis Keliling di Kelurahan Mojosongo untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Hartanto, mengatakan sejumlah warga yang datang untuk pemeriksaan mengalami keluhan seperti radang tenggorokan, batuk dan sesak napas. Warga juga diberikan edukasi mengenai perlindungan diri selama kondisi asap masih terjadi, termasuk penggunaan masker dan menjaga sirkulasi udara di rumah.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan penanganan kebakaran membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait. Upaya tersebut diarahkan untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak asap kebakaran.

Hingga Senin (7/9/2026), operasi pemadaman masih terus berlangsung. Tim gabungan memastikan penyisiran, pendinginan, dan penanganan titik api akan dilanjutkan sampai kondisi TPA Putri Cempo benar-benar dinyatakan aman. (Joko S)