
Dua Anak di Bawah Umur Tertangkap Satpol PP saat Merokok dan Bawa Vape di Kompleks Pemda Sragen, Jumat (25/9/26).
SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Aktivitas warga di Kompleks Kantor Terpadu Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen pada sore hari sempat diwarnai temuan sejumlah anak di bawah umur yang kedapatan merokok dan membawa perlengkapan vape.
Temuan tersebut terungkap saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan yang selama ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan bersantai.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendapati sejumlah remaja membawa rokok. Tiga anak lainnya diketahui membawa cairan pengisi vape atau liquid serta minuman bersoda. Sedikitnya empat batang rokok kemudian diamankan petugas.
Temuan itu mendapat perhatian serius karena melibatkan anak-anak usia sekolah. Bahkan, Bupati Sragen Sigit Pamungkas turut memberikan teguran secara langsung kepada para remaja tersebut. Ia mengingatkan mereka mengenai risiko merokok dan penggunaan vape pada usia anak.
Kepala Satpol PP Sragen Catur Sarjanto mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pengawasan terhadap anak-anak di ruang publik tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.
“Ini jadi perhatian kita bersama. Kami mengimbau warga, bapak-bapak, dan ibu-ibu yang berkunjung di Kompleks Pemda Terpadu untuk menjaga ketertiban. Terutama membentengi anak-anak agar tidak melakukan hal negatif seperti merokok atau membawa vape,” kata Catur saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).
Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan, petugas juga menemukan kondisi keluarga yang memerlukan perhatian khusus. Catur menjelaskan, anak-anak yang kedapatan membawa vape tersebut diketahui telah kehilangan kedua orang tuanya. Mereka saat ini berada dalam pengasuhan kerabat yang disebut memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan.
Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap aktivitas anak menjadi tidak optimal. Karena itu, Satpol PP meminta lingkungan sekitar ikut mengambil peran dalam memberikan perlindungan dan pendampingan.
“Ibu dan bapaknya sudah tidak ada, sementara pakdenya mengalami gangguan. Ini butuh perhatian bersama. Kami memohon bantuan lingkungan RT dan warga sekitar untuk ikut mengawasi dan melindungi mereka. Bagaimanapun, mereka adalah anak-anak kita juga,” ujar Catur.
Menurut Catur, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan memberikan teguran. Anak-anak tetap membutuhkan pembinaan dan perhatian dari lingkungan terdekat agar tidak semakin terjerumus dalam perilaku yang berisiko.
Temuan anak merokok dan membawa vape di kompleks perkantoran pemerintah tersebut juga menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Satpol PP Sragen menyatakan akan meningkatkan patroli di sejumlah titik ruang publik, termasuk kawasan Kompleks Kantor Terpadu Pemda Sragen.
“Temuan ini menjadi cambuk bagi kami untuk lebih intensif lagi menyisir area publik,” pungkas Catur.
Satpol PP juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban. Pengawasan bersama antara aparat, orang tua, pengasuh, RT, dan warga dinilai diperlukan untuk memastikan ruang publik tetap aman dan nyaman, sekaligus mencegah anak-anak terlibat dalam perilaku yang berpotensi membahayakan diri mereka. (Joko S)


.jpg)