Tabrakan Adu Banteng Truk dan Motor di Wonogiri, Pelajar 17 Tahun Patah Tulang - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Tabrakan Adu Banteng Truk dan Motor di Wonogiri, Pelajar 17 Tahun Patah Tulang

Monday, 10 August 2026
Petugas Satlantas Polres Wonogiri melakukan penyelidikan Tabrakan Adu Banteng Truk dan Motor di Wonogiri, Minggu (9/8/26).


WONOGIRI, WARTAGLOBAL.id --
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk Mitsubishi Colt Diesel dan sepeda motor Yamaha W175 terjadi di ruas jalan provinsi Wonogiri-Ngadirojo, tepatnya di Kilometer 3-4, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu (9/8/2026) malam.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.20 WIB itu berlangsung dengan pola tabrakan depan-depan atau adu banteng. Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor yang diketahui merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mewakili Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe, mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi AE-8662-SU dan sepeda motor Yamaha W175.

“Korban pengendara sepeda motor merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun. Korban mengalami sejumlah luka akibat kecelakaan dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar AKP Anom Prabowo, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan hasil penanganan awal kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk Mitsubishi Colt Diesel melaju dari arah Ngadirojo menuju Wonogiri. Saat tiba di lokasi kejadian, truk diduga berjalan terlalu ke kanan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha W175. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, kedua pengemudi tidak sempat melakukan manuver untuk menghindari benturan.

Tabrakan keras pun tidak terhindarkan. Bagian depan truk mengalami kerusakan akibat benturan, sedangkan pengendara sepeda motor mengalami luka cukup serius.

Korban diketahui mengalami patah tulang pada bagian paha dan kaki serta luka pada tangan dan kepala. Setelah mendapatkan pertolongan, korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk menjalani perawatan.

Begitu menerima laporan sekitar 20 menit setelah kejadian, personel Satlantas Polres Wonogiri langsung menuju lokasi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk membantu proses penyelidikan dan mengungkap penyebab kecelakaan.

Polres Wonogiri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari. Pengendara diminta menjaga kecepatan, berkonsentrasi penuh, serta memastikan posisi kendaraan tetap berada pada jalur yang semestinya ketika melintas di ruas jalan dua arah.

Sementara itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Wonogiri Wawan Arifianto meminta adanya langkah konkret untuk mencegah kecelakaan berulang di kawasan Bulusulur. Menurutnya, lokasi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari instansi terkait.

“Sudah berulangkali terjadi kecelakaan di lokasi tersebut,” tegas Wawan Arifianto.

Wawan mendorong Dinas Perhubungan bersama Polres Wonogiri melakukan kajian teknis terhadap aspek keselamatan di ruas Jalan Bulusulur. Ia menilai evaluasi diperlukan untuk mengetahui kebutuhan sarana keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Jangan tunggu korban berjatuhan makin banyak, baru ada perhatian memasang alat traffic light,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dipertimbangkan apabila hasil kajian teknis menunjukkan sarana tersebut diperlukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Wawan menambahkan, kawasan Bulusulur sebelumnya juga pernah menjadi lokasi kecelakaan yang menelan korban jiwa. Salah satu korban yang disebutnya adalah Sembahdani Ahmaid Al Sidiq, siswa Kelas XII TM-B SMK Negeri 2 Wonogiri.

Kecelakaan terbaru ini menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan maupun pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan keselamatan di jalur Wonogiri-Ngadirojo. Selain kedisiplinan pengendara, kondisi dan kelengkapan fasilitas keselamatan jalan juga dinilai perlu terus dievaluasi untuk menekan risiko kecelakaan serta fatalitas korban. (Joko S)