Polres Wonogiri dan Pemkab Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Giritontro - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Polres Wonogiri dan Pemkab Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Giritontro

Wednesday, 5 August 2026
Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar  Hasyim saat menyalurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Giritontro, Selasa (4/8/26).


WONOGIRI, WARTAGLOBAL.id --
Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Selasa (4/8/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musim kemarau dan kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Tlogosari tersebut dipimpin langsung Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim. Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda, BPBD Kabupaten Wonogiri, PDAM, Satpol PP, PMI, Forkopimcam Giritontro, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga penerima manfaat.

Sebanyak 10 tangki air bersih disalurkan secara simbolis kepada masyarakat Desa Tlogosari. Bantuan tersebut merupakan respons cepat terhadap dampak kekeringan yang mulai meluas di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan laporan sementara, musim kemarau telah menyebabkan krisis air bersih di belasan desa yang tersebar di enam kecamatan.

Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim mengatakan kehadiran Polri bersama pemerintah daerah merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

"Kehadiran kami bersama Bapak Bupati merupakan wujud hadirnya negara di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi," ujar AKBP Haris Munandar Hasyim.

Menurut Kapolres, distribusi air bersih merupakan langkah darurat yang bersifat jangka pendek. Oleh karena itu, Polres Wonogiri siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi berkelanjutan dalam mengatasi persoalan kekeringan.

"Penyaluran air bersih memang menjadi solusi jangka pendek, namun Polres Wonogiri siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten, Forkopimda, dan seluruh stakeholder untuk mencari solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan dapat diatasi secara berkelanjutan. Kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan," tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan maupun membuang puntung rokok di kawasan yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat kondisi cuaca yang kering meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menyiapkan anggaran khusus untuk penanganan dampak kekeringan melalui distribusi bantuan air bersih. Penyaluran akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

"Kami telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan kekeringan. Pemerintah desa diharapkan segera berkoordinasi apabila masih ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan," kata Setyo Sukarno.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri hingga awal Agustus 2026, sebanyak enam kecamatan dan 19 desa telah melaporkan terdampak kekeringan. Selain mengakibatkan krisis air bersih, musim kemarau juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan sehingga diperlukan kesiapsiagaan serta sinergi seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi tantangan musim kemarau di Kabupaten Wonogiri. (Joko S)