Polres Karanganyar Hentikan Penyelidikan Dugaan MinyaKita Berbau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan Minyak Murni - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Polres Karanganyar Hentikan Penyelidikan Dugaan MinyaKita Berbau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan Minyak Murni

Monday, 3 August 2026
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono.


KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Polres Karanganyar resmi menghentikan penyelidikan atas dugaan minyak goreng merek MinyaKita yang dilaporkan berbau menyerupai solar dan minyak tanah oleh warga penerima Program Bantuan Pangan 2026. Keputusan tersebut diambil setelah hasil pengujian laboratorium memastikan tidak ditemukan kandungan solar, minyak tanah maupun zat campuran lainnya pada sampel minyak yang diperiksa.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, menjelaskan bahwa penyidik telah mengirimkan tiga sampel MinyaKita ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hasil yang diterima pada Jumat pekan lalu menunjukkan seluruh sampel merupakan minyak goreng murni tanpa adanya kontaminasi bahan bakar maupun zat asing lainnya.

"Hasil uji laboratorium terhadap tiga sampel minyak yang diperiksa menyatakan tidak ditemukan kandungan solar, minyak tanah maupun campuran bahan lain. Untuk saat ini perkara belum ditingkatkan ke tahap penyidikan. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait maupun satuan atas," ujar AKP Wikan, Senin (3/8/2026).

Ketiga sampel tersebut berasal dari minyak goreng MinyaKita yang sebelumnya dikeluhkan sejumlah warga penerima Bantuan Pangan 2026 karena mengeluarkan aroma menyengat menyerupai solar saat kemasan dibuka maupun ketika digunakan untuk menggoreng.

Meski demikian, hasil laboratorium berbeda dengan pengakuan sejumlah warga yang mengaku mencium bau tidak sedap dari minyak goreng bantuan tersebut. Polisi menyatakan penyelidikan sementara dihentikan karena belum ditemukan bukti adanya tindak pidana berdasarkan hasil uji ilmiah.

Sebelumnya, ratusan warga penerima bantuan di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, memilih mengembalikan minyak goreng MinyaKita yang mereka terima. Seluruh minyak kemudian dikumpulkan di kantor kelurahan sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Lurah Tegalgede, Bowo Budi Setyo, mengatakan sekitar 850 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng MinyaKita. Menurutnya, hanya komoditas minyak goreng yang menjadi keluhan warga, sedangkan kualitas beras dalam kondisi baik.

"Hanya minyaknya saja yang dikeluhkan warga karena berbau minyak dan berbau solar. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami meminta seluruh penerima bantuan mengembalikan minyak tersebut agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait," kata Bowo.

Pemerintah Kelurahan Tegalgede kemudian meneruskan laporan masyarakat kepada Dinas Sosial dan Perum Bulog untuk dilakukan penarikan sekaligus penggantian produk yang dikeluhkan warga.

Kasus dugaan MinyaKita berbau solar di Karanganyar sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah muncul laporan serupa di Kabupaten Wonogiri dan Klaten. Namun, berbeda dengan perkembangan di dua daerah tersebut, hasil pengujian laboratorium terhadap sampel dari Karanganyar memastikan tidak terdapat kandungan solar maupun minyak tanah sehingga proses penyelidikan sementara dihentikan.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Bulog, Dinas Sosial, serta instansi pengawas pangan untuk memastikan kualitas minyak goreng yang didistribusikan kepada masyarakat tetap memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan produk bantuan pangan yang diduga tidak sesuai standar agar dapat segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Joko S)