Satu Dekade Samin Festival: Menghidupkan Kembali Nilai Luhur Sedulur Sikep di Bojonegoro - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Satu Dekade Samin Festival: Menghidupkan Kembali Nilai Luhur Sedulur Sikep di Bojonegoro

Monday, 22 June 2026

Menghidupkan Kembali Nilai Luhur Sedulur Sikep di Bojonegoro


BOJONEGORO —Jatim.wartaglobal.id -  Semangat melestarikan warisan leluhur terasa kuat di Kabupaten Bojonegoro. Menginjak usia satu dekade, rangkaian acara Samin Festival #10 Tahun 2026 menggelar kegiatan bertajuk Ngangsu Kawruh Samin pada Sabtu (20/6/2026).

Bertempat di halaman Balai Budaya Samin, Dusun Jepang, Desa Margomulyo, acara ini mengusung tema “Sabare Dieling-eling, Trokale Dilakoni” (Sifat sabar harus selalu diingat, kerja keras harus terus dijalani). Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, mahasiswa, guru, pegiat budaya, hingga masyarakat umum.

Acara dibuka dengan meriah oleh penampilan kesenian Oklik khas Bojonegoro, alat musik tradisional yang telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2025 lalu.



Kebudayaan, Sejarah, dan Relevansi di Era Modern

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sadari, menekankan pentingnya esensi sejarah dalam kebudayaan.

"Kalau bicara kebudayaan pasti ada sejarah. Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang ada hari ini lahir dari perjalanan panjang dan strategi budaya yang berkembang di masyarakat," ujar Sadari.


Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, mengapresiasi bagaimana ajaran Samin tetap hidup di tengah gempuran modernisasi. Menurutnya, kekuatan ajaran ini terletak pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari melalui empat fondasi utama:

  • Kejujuran
  • Kesederhanaan
  • Kerja Keras
  • Penghormatan terhadap Sesama

Menuju Panggung Dunia: UNESCO Global Geopark

Dalam kesempatan yang sama, Lukiswati membagikan kabar baik mengenai masuknya Bojonegoro ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark. Aspek budaya Samin menjadi salah satu poin krusial dalam penilaian internasional ini.

"InsyaAllah akan ada tim penilai dari Jerman dan China yang berkunjung untuk melihat budaya Samin. Mudah-mudahan ini dapat mengangkat citra baik Bojonegoro sekaligus memperkenalkan budaya Samin kepada masyarakat dunia," ungkap Lukiswati.


Sebagai bentuk komitmen pelestarian, Pemkab Bojonegoro juga terus mendaftarkan aset budayanya ke tingkat nasional.