Pembunuhan Sadis Bocah SD di Jenar Terkuak, Polisi Tangkap Terduga Pelaku dan Dalami Keterlibatan Orang Lain - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Pembunuhan Sadis Bocah SD di Jenar Terkuak, Polisi Tangkap Terduga Pelaku dan Dalami Keterlibatan Orang Lain

Wednesday, 10 June 2026
Misteri pembunuhan Sadis Bocah SD di Jenar Mulai Terkuak, Polisi Tangkap Terduga Pelaku dan Dalami Keterlibatan Orang Lain,  Selasa (9/6/26).

SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Misteri kematian tragis seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mulai menemukan titik terang. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen berhasil mengamankan seorang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan yang menggemparkan warga tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik menduga pelaku tidak beraksi seorang diri. Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada Jumat (5/6/2026) tersebut.

Salah satu terduga pelaku diamankan oleh Tim Satreskrim Polres Sragen di wilayah Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, pada Selasa (9/6/2026) malam.

Ketua RT setempat, Suyanto, membenarkan adanya penangkapan seorang warga yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan bocah di Kecamatan Jenar.

"Ya, itu kaitannya dengan kasus Jenar [kasus pembunuhan]. Kejadian penangkapan malam setelah selesai pertandingan sepak bola di televisi, sekitar pukul 22.30 WIB. Kepastiannya saya tidak tahu karena dari pihak polisi tidak cerita," ujar Suyanto saat dihubungi, Rabu (10/6/2026).

Menurut Suyanto, warga yang diamankan tersebut sehari-hari bekerja sebagai operator mesin perontok padi atau threser. Ia mengaku terkejut mendengar kabar bahwa warganya diduga terseret dalam kasus kriminal serius.

"Itu masih dugaan. Kebenarannya ada di polisi," katanya.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, turut membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku dalam kasus pembunuhan tersebut. Namun, ia meminta waktu kepada publik karena proses penyidikan masih terus berjalan.

"Mohon waktu ya. Ini masih pendalaman dan pengembangan di lapangan. Setelah nanti ungkap tuntas, kami informasikan segera," ujar Dewiana saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Sebelumnya, hasil autopsi terhadap jenazah korban mengungkap sejumlah fakta penting yang membantu penyidik dalam mengungkap penyebab kematian korban. Dalam proses penyelidikan, polisi juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pelaku.

Barang bukti tersebut meliputi senjata tajam yang diduga digunakan saat kejadian, jejak kaki berlumuran darah, bantal yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan, serta sejumlah barang lainnya yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, tim identifikasi juga menemukan sidik jari laten di tempat kejadian perkara (TKP). Sidik jari tersebut kemudian dianalisis dan dicocokkan dengan berbagai petunjuk lain yang berhasil dikumpulkan selama proses penyelidikan.

"Semua temuan barang bukti tersebut dianalisis dan dicocokkan dengan petunjuk lain yang dikumpulkan. Hasil penyelidikan sementara sudah mengarah pada seorang pelaku. Kami belum bisa mengungkap identitasnya karena masih melengkapi alat bukti," kata Catur.

Saat ini, Satreskrim Polres Sragen masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku guna mengungkap motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan dalam peristiwa yang merenggut nyawa bocah SD tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Sragen dan sekitarnya. Warga berharap kepolisian dapat segera mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban. (Joko S)