“Kolektif Kata #2: Gelombang Hip-Hop Malang Kembali Mengguncang Warung Sedari Dulu, 9 Juni 2026” - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

“Kolektif Kata #2: Gelombang Hip-Hop Malang Kembali Mengguncang Warung Sedari Dulu, 9 Juni 2026”

Monday, 8 June 2026
Banner informasi publik(ist)



jatim.wartaglobal.id
MALANG
“Kolektif Kata #2” resmi digelar pada Selasa malam, 9 Juni 2026, pukul 19.30 WIB hingga selesai di Warung Sedari Dulu, Jl. Pisang Kipas No.6, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Acara ini merupakan lanjutan dari seri pertama yang sukses menarik ratusan penonton, dan kali ini hadir dengan konsep lebih matang: gabungan antara live performance, sharing session, dan networking space bagi pelaku industri musik independen.


Acara ini digagas oleh Malang HipHop Movement, komunitas yang aktif sejak 2020 dalam membangun ekosistem musik urban di Jawa Timur. Dengan melibatkan lebih dari 15 rapper lokal seperti Alien C, Big Pam, Bimbim MG, Cibba, Deenzifu, Dirty O, Orang Absurd, Sync-K, Lethal Gangsta, Blazt, Den Djuko, Modern Day, hingga Molga Valiant, acara ini bertujuan memberi ruang ekspresi bagi seniman jalanan sekaligus membuka akses ke platform digital seperti Spotify dan Apple Music melalui sesi edukasi eksklusif.


Malam dibuka dengan penampilan MC Karystal yang langsung memanaskan suasana dengan freestyle rap interaktif. Penonton yang mayoritas remaja dan mahasiswa tampak antusias, banyak yang datang berpakaian streetwear khas hip-hop. Di sisi panggung, dekorasi warna-warni dengan ilustrasi mikrofon, boombox, dan graffiti menciptakan nuansa “underground meets professional” yang kuat.


Inti acara dimulai dengan sesi berbagi bertajuk “DSP Bukan Garis Finish” yang dibawakan oleh Mary Jona, Founder & Chief Strategist dari Nawakewed Music Ecosystem. Ia menjelaskan bahwa merilis lagu di Digital Service Provider (DSP) seperti Spotify atau Apple Music bukan akhir proses, tapi awal dari perjalanan promosi, branding, dan monetisasi. “Banyak musisi pikir setelah upload, mereka sudah sukses. Padahal, itu baru langkah pertama,” ujarnya sambil menunjukkan data real-time streaming artis lokal.


Mary Jona menekankan pentingnya persiapan sebelum rilis: mulai dari desain cover art yang menarik, optimasi metadata (judul, genre, tag), hingga pembuatan konten pendukung seperti video lirik, behind-the-scenes, dan kampanye media sosial. Ia juga memperkenalkan tools gratis seperti Canva, Audiomack, dan distributor lokal yang bisa membantu musisi tanpa label besar. Sesi ini disambut hangat dengan pertanyaan-pertanyaan teknis dari para peserta.

Live Performance: Rap Battle & Kolaborasi
Setelah sesi edukasi, giliran para rapper tampil satu per satu. Setiap artis mendapat waktu 5-7 menit untuk membawakan lagu orisinal atau freestyle. Yang paling mencuri perhatian adalah kolaborasi spontan antara Alien C dan Orang Absurd yang membawakan track bertema “Kota Malang di Mata Anak Muda”. Suasana semakin meriah ketika penonton ikut bernyanyi dan melakukan dance battle di area depan panggung.


Acara ini didukung oleh beberapa pihak lokal seperti Yang Penting Heppii, Nawakewed Music Ecosystem, Media Production House, dan Noir Lampung. Mereka tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga fasilitas rekaman, desain grafis, dan promosi digital. Menurut Alex, kontak person acara (+62 822-3426-7892), dukungan ini membuktikan bahwa ekosistem musik indie di Malang semakin solid dan saling mendukung.


Di luar panggung utama, tersedia zona networking tempat musisi, produser, dan penggemar bisa berbincang santai sambil menikmati minuman dari Warung Sedari Dulu. Beberapa pengunjung bahkan membawa laptop untuk langsung konsultasi dengan tim Nawakewed tentang cara mendaftar ke DSP. “Ini bukan sekadar konser, ini seperti workshop + festival mini,” ujar Rina, mahasiswi IKIP Negeri Malang yang hadir bersama teman-temannya.

 
“Kolektif Kata #2” berhasil membuktikan bahwa hip-hop bukan sekadar hiburan, tapi alat pemberdayaan ekonomi kreatif. Dengan menggabungkan seni, edukasi, dan teknologi, acara ini membuka jalan bagi musisi lokal untuk go national bahkan global. Panitia berencana menjadikan acara ini tahunan, dengan target tahun depan akan mengundang rapper dari luar Jawa dan bekerja sama dengan platform internasional seperti SoundCloud dan Bandcamp. Seperti moto Malang HipHop Movement: “Ruang Kata, Jembatan Karya.”

[fer]