PALU Warta Global Jatim.id
Wilayah Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu dini hari, 17 Juni 2026, tepatnya pukul 01.29.38 WIB. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berkekuatan magnitudo 4,9 dan merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan dari gempa besar M 6,7 yang terjadi sehari sebelumnya.
Episenter gempa terletak di koordinat 1,11° Lintang Selatan dan 120,32° Bujur Timur, atau berada di darat sekitar 54 kilometer arah Tenggara Palu, dengan kedalaman hanya 11 kilometer. Berdasarkan karakteristik lokasi dan kedalaman tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif, dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault). Hasil analisis memastikan peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas yang bervariasi menurut skala Modified Mercalli Intensity (MMI):
- V MMI: Balinggi, Parigi Moutong
- IV – V MMI: Palolo (Sigi), Torue (Parigi Moutong)
- III MMI: Kota Sigi Biromaru, Kota Poso
- II – III MMI: Kota Palu
- II MMI: Kota Donggala, Kota Pasangkayu
Hingga berita ini disampaikan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa dini hari tersebut.
Peristiwa ini mengonfirmasi kelanjutan aktivitas seismik pasca gempa utama M 6,7 yang mengguncang wilayah yang sama pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB. Pantauan BMKG hingga Rabu pukul 01.55 WIB mencatat total sudah terjadi 354 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar yang tercatat mencapai 5,2.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Palu dan sekitarnya agar tetap tenang, waspada, namun tidak terpancing oleh isu atau informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Warga diharapkan tetap berhati-hati mengingat potensi gempa susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(Tomo)


.jpg)