Mentan Amran ,mbak Titi Suharto Bersama Petinggi TNI dan POLRI,Hadiri Panen Raya Kedelai d Nganjuk - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Mentan Amran ,mbak Titi Suharto Bersama Petinggi TNI dan POLRI,Hadiri Panen Raya Kedelai d Nganjuk

Thursday, 14 May 2026

NGANJUK, Warta Global Jatim.id

Kabupaten Nganjuk menjadi saksi sejarah kemajuan sektor pertanian nasional pada Kamis (14/5/2026). Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman secara langsung menghadiri kegiatan panen raya kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Bagor, yang dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, pimpinan TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat.
 
Turut hadir dalam momen penting ini antara lain Sekjen Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta para Kepala Staf Angkatan: Kasad Maruli Simanjuntak, Kasal Muhammad Ali, dan Kasau Mohamad Tonny Harjono. Dari pemerintah daerah, kegiatan ini dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.
 
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Mentan Amran menyampaikan kabar gembira terkait kinerja sektor pertanian Indonesia pada tahun 2026. Ia mengungkapkan adanya lonjakan signifikan pada Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian, yang naik tajam dari angka 0,67 persen menjadi 5,74 persen.
 
“Kenaikan ini adalah yang tertinggi, tidak pernah terjadi selama 25 tahun terakhir, bahkan menjadi pencapaian luar biasa sejak Indonesia merdeka,” tegas Amran di hadapan para petani dan undangan yang hadir.
 
Menurut Amran, keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan strategis yang digagas Presiden Republik Indonesia, yaitu kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diberlakukan dengan ketat, di mana pembelian gabah tidak boleh dilakukan di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.
 
“Langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga keuntungan petani. Jika petani merugi, mereka tidak akan bersemangat berproduksi. Tapi dengan harga yang terjamin, semangat bertani meningkat dan hasilnya pun terlihat nyata,” jelasnya.
 
Tak hanya pertumbuhan ekonomi sektor pertanian, Amran juga menyoroti peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang diklaimnya mencapai tingkat tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Selain itu, produksi pertanian nasional tercatat bertambah hingga 4 juta ton, atau setara dengan kenaikan sekitar 13 persen.
 
Amran menegaskan bahwa seluruh data pencapaian ini bukan sekadar klaim semata, melainkan didasarkan pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), serta dipantau dan diakui oleh lembaga internasional terkemuka seperti Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan Departemen Pertanian Amerika Serikat.
 
“FAO memantau perkembangan kita, Amerika Serikat pun ikut mengamati. Jadi ini adalah data yang diakui dunia, bukan hanya catatan internal Indonesia saja,” pungkas Amran, seraya berharap momentum keberhasilan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan demi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional.(Tomo-Tim)