Sambut HUT ke-1089 Nganjuk, JAYASTAMBA Street Parade 2026 Memukau, Rute 1,5 Km Bukan Penghalang Para Peserta Lomba - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Sambut HUT ke-1089 Nganjuk, JAYASTAMBA Street Parade 2026 Memukau, Rute 1,5 Km Bukan Penghalang Para Peserta Lomba

Saturday, 11 April 2026

NGANJUK Warta Global Jatim.id

Semarak menyambut Hari Jadi Kabupaten Nganjuk yang ke-1089 kian terasa di udara. Kawasan yang dikenal dengan julukan "Kota Angin" ini berubah menjadi panggung musik raksasa pada Sabtu, 11 April 2026, dengan digelarnya agenda akbar JAYASTAMBA Street Parade Marching Band tahun 2026. Acara ini sukses memadati sepanjang jalan A Yani, mulai dari Taman Nyawiji hingga Alun-Alun Nganjuk, dengan antusiasme luar biasa dari para peserta dan penonton yang datang dari penjuru wilayah maupun daerah sekitarnya.
MI SHM Banjarsari 

Suasana meriah langsung terasa sejak pagi. Ribuan penonton memadati trotoar dan bahu jalan sepanjang rute parade. Sorak-sorai dan tepuk tangan tak henti-henti menyambut setiap kelompok marching band yang melintas dengan gagah dan energik, membuktikan bahwa acara ini bukan sekadar lomba, melainkan perayaan kebersamaan masyarakat Nganjuk.


Salah satu peserta lomba  MI MHM Banjarsari Dari Desa di Ujung Timur Kabupaten Nganjuk 
menyita perhatian dan menginspirasi banyak pihak adalah keikutsertaan Marching Band dari sekolah MI MHM. Di bawah pimpinan Yasin, tim ini membuktikan bahwa semangat dan cinta tanah air jauh lebih berharga daripada jarak yang mereka tempuh . langkah mereka tetap tegap dan permainan musik mereka tetap membara. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa acara ini mampu menyatukan berbagai kalangan, besar maupun kecil, dalam satu irama kecintaan pada daerah.

Rute 1,5 Km Tak Redam Semangat Peserta
Rute parade yang membentang sejauh 1,5 kilometer dari Taman Nyawiji menuju Alun-Alun Kota Nganjuk tidak menyurutkan semangat para peserta. Dari awal hingga akhir perjalanan, mereka tetap mempertahankan formasi yang rapi, langkah yang sinkron, dan energi yang tinggi. Keringat yang menetes seolah terbayar lunas dengan sambutan hangat masyarakat yang terus menyemangati di sepanjang jalan.

Salah satu pembimbing Marching Band dari Kota Nganjuk yang turut serta dalam acara ini menyampaikan pandangannya yang menyentuh hati terkait makna kegiatan ini.
"Saya tidak berorientasi ke sebuah perebutan piala, namun kami melihat momen seperti ini sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran, Kota Nganjuk tercinta yang sudah berusia 1089 tahun," ujarnya dengan tulus.
Pernyataan ini mencerminkan jiwa perayaan hari jadi yang sesungguhnya: bukan tentang siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana kita bersama-sama menghormati sejarah dan merayakan identitas sebagai satu keluarga besar Nganjuk.

Enam Piala Bergilir Siap Diperebutkan
Meski begitu, semangat kompetisi tetap terasa kental namun tetap sportif. Tahun ini, panitia menyiapkan enam piala bergilir bergengsi yang diperebutkan oleh para peserta. Seluruh grup berlaga habis-habisan untuk membawa pulang penghargaan, termasuk piala bergilir Bupati Nganjuk.

Berikut adalah daftar piala dan kategori yang diperlombakan dalam JAYASTAMBA Street Parade Marching Band 2026:
1. Piala Wakil Bupati Nganjuk untuk kategori Maskot Nusantara Terbaik.
2. Piala Kapolres Nganjuk untuk kategori Klasemen Senior Brass.
3. Piala Dandim 0810 Nganjuk untuk kategori Klasemen Military Band.
4. Piala Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk kategori Klasemen Senior Non Brass.
5. Piala Ketua DPRD Nganjuk untuk kategori Klasemen Junior Brass.
6. Piala Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk untuk kategori Klasemen Junior Non Brass.

Dengan beragamnya kategori yang diperlombakan, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi dan prestasi, tetapi juga sarana apresiasi terhadap bakat-bakat muda dan kekayaan seni musik marching band di tanah Nganjuk. JAYASTAMBA Street Parade 2026 pun menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan cinta budaya masyarakat Nganjuk akan terus bergema, seiring dengan angin yang berhembus di Kota Angin.(Tomo)

Memuat konten...