Rawan Kecelakaan, Jalur Kelemuk Kota Batu Dihapus dari Google Maps - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Rawan Kecelakaan, Jalur Kelemuk Kota Batu Dihapus dari Google Maps

Saturday, 18 April 2026
Portal penutup akses jalur klemuk dan jalur klemuk kota batu


 Jatim.wartaglobal.id
KOTA BATU, 17 APRIL 2026 – Upaya penanganan jalur rawan kecelakaan di kawasan Kelemuk, Kota Batu, kini mulai menyasar ruang digital. Pemerintah Kota Batu mengambil langkah tegas dengan mengajukan penghapusan penanda lokasi Jalur Kelemuk yang berada di Jalan Rajek Wesi, Kelurahan Songgokerto, dari aplikasi peta digital Google Maps.
 
Keputusan ini diambil untuk melengkapi penutupan akses secara fisik yang telah dilakukan sebelumnya. Pihak pemerintah kota telah memasang barier beton permanen guna memblokir jalan tersebut agar tidak lagi dilalui oleh kendaraan bermotor maupun roda empat.
 
Meskipun akses fisik sudah ditutup rapat, kenyataannya di lapangan masih ditemukan sejumlah pengendara yang nekat mencoba melintas. Fenomena ini terjadi lantaran banyak pengemudi yang masih mengikuti arahan dari aplikasi navigasi yang belum terbarukan.
 
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (17/4/2026), terlihat beberapa kendaraan masih berusaha masuk ke jalur tersebut. Namun, mereka akhirnya terpaksa harus putar balik setelah menyadari bahwa jalan utama sudah terhalang oleh pembatas beton yang kokoh.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Ari Setiawan, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, meski jalan sudah ditutup, nama jalur tersebut masih muncul dan terdeteksi sebagai rute alternatif di berbagai aplikasi pemandu arah atau navigasi online.
 
Hal inilah yang menjadi alasan utama pemerintah kota segera berkoordinasi dengan pihak pengelola aplikasi digital. Tujuannya agar data peta diperbarui sehingga jalur tersebut tidak lagi muncul sebagai pilihan rute yang bisa dilewati.
 
Dengan dihapusnya penanda tersebut, diharapkan kesalahpahaman yang sering dialami oleh pengendara, baik warga lokal maupun wisatawan, dapat segera dihentikan. Pengemudi tidak lagi tergiring untuk menuju lokasi yang sebenarnya sudah ditutup demi keselamatan.
 
Langkah integrasi antara penutupan fisik dan perbaikan data digital ini merupakan upaya maksimal pemerintah kota untuk memutus rantai kecelakaan yang sering terjadi di lokasi tersebut. Jalur Kelemuk selama ini dikenal memiliki kontur jalan yang ekstrem dan berbahaya.
 
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Batu berharap keselamatan berlalu lintas dapat terjaga dan masyarakat tidak lagi terjebak informasi yang menyesatkan saat menggunakan bantuan navigasi dalam perjalanan mereka.

[fer]