Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin, Menggelar Press Conferense di Kantor Kecamatan Semarang Timur, Jumat (20/2/26).SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng didampingi Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, menggelar Press Conference Satu Tahun Kepemimpinan di Kantor Kecamatan Semarang Timur, Jumat (20/2/26).
Dalam refleksi ini, Agustina menegaskan bahwa percepatan pembangunan Kota Semarang kini bertumpu pada Lima pilar utama, Yakni:
Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
“Lima pilar ini adalah fondasi sekaligus arah gerak kami untuk mencapai visi-misi kota. Satu tahun ini menjadi pembuktian bahwa dengan sistem yang terintegrasi, kita bisa melampaui target pembangunan meski di tengah tantangan efisiensi nasional,” ujarnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pusat (Inpres 1/2025), Semarang justru menunjukkan kemandirian ekonomi. Pendapatan dari sektor riil masyarakat seperti hiburan (106,38%) dan restoran (104,31%) melesat melampaui target, menjadi bantalan kuat bagi fiskal daerah.
“Ekonomi kita kini digerakkan oleh tenaga rakyat sendiri. Ketika belanja dinas dipangkas, daya beli warga di sektor kuliner dan hiburan tetap kuat. Ini bukti pilar Semarang Makmur bekerja nyata di akar rumput,” katanya.
Pilar Semarang Tangguh menjadi fokus utama yang menonjolkan keberhasilan pengentasan 230,98 hektare wilayah genangan. Wali Kota secara jujur mengakui tantangan besar di sektor infrastruktur dan berkomitmen pada solusi yang berkelanjutan melalui pengelolaan aset yang cerdas.
“Saya mengakui, memimpin kota dengan kerumitan infrastruktur air seperti Semarang membutuhkan pemahaman yang luar biasa. Untuk itu, kami telah menyiapkan roadmap khusus guna mengendalikan banjir dengan cara mengurangi debit air melalui kolam-kolam retensi kecil di lahan aset pemerintah kota.
Kami ingin air itu 'dipatah-patahkan' jalurnya sebelum sampai ke muara, sehingga genangan bisa kita kendalikan secara maksimal,” jelasnya.
Melalui pilar Semarang Bersih, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen pada meritokrasi yang dibuktikan dengan raihan penghargaan Manajemen Talenta dari BKN. Sementara itu, pilar Semarang Sehat dan Semarang Cerdas tecermin dari capaian IPM 85,80 (tertinggi di Jawa Tengah), yang didorong oleh lonjakan peserta UHC hingga 228.859 warga serta program sekolah swasta gratis.
“Kita juga merambah dunia digital melalui aplikasi Sibuki yang terkoneksi dengan Perpustakaan Nasional agar warga bisa mengakses seluruh koleksi Ipusnas secara gratis. Tahun 2026 ini, kita juga akan punya perpustakaan baru yang buka hingga pukul 21.00 WIB sebagai upaya pencerdasan bagi anak-anak di luar jam sekolah,” imbuhnya.
Terkait harapan warga mengenai dana operasional Rp 25 juta per RT, Agustina menegaskan bahwa program tersebut tetap berjalan dengan memegang prinsip kehati-hatian fiskal untuk menjaga stabilitas keuangan kota.
“Dana operasional RT tetap kami gulirkan karena ini sangat ditunggu masyarakat untuk kegiatan produktif di lingkungan masing-masing. Saat ini tim TAPD sedang menghitung kekuatan fiskal, targetnya dalam 1-2 minggu ke depan sebelum Lebaran sudah ada kepastian pengumuman. Saya berharap masyarakat bisa secara mandiri menyelesaikan persoalan-persoalan kecil di wilayahnya melalui dana tersebut, sehingga ada andil langsung warga dalam menjaga ketangguhan lingkungannya,” pungkasnya. (Hans)


.jpg)