KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id -- Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap bentrokan yang melibatkan dua rombongan pesilat di wilayah Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (25/1/26). Insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka serius akibat senjata tajam dan dinilai berpotensi mengganggu keamanan jalur wisata menuju Tawangmangu.
Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono, mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba dan sulit dikendalikan karena melibatkan banyak orang dalam satu waktu.
“Kedua rombongan ini sama-sama bergerak menuju Tawangmangu. Saat berpapasan di wilayah Matesih, terjadi gesekan yang kemudian berujung bentrokan,” ujar AKP Wikan, Senin (26/1/26).
Dari informasi yang dihimpun, bentrokan bermula ketika dua rombongan besar perguruan silat melintas di jalur yang sama. Situasi yang awalnya hanya saling berhadapan berubah menjadi kericuhan dalam waktu singkat, sehingga bentrokan tidak dapat dihindari.
AKP Wikan menyebutkan bahwa baik korban maupun pihak yang diduga terlibat berasal dari kelompok pesilat yang bergerak secara beriringan. Akibat kejadian tersebut, sejumlah pesilat mengalami luka-luka. Hasil pemeriksaan awal memastikan luka yang dialami korban disebabkan oleh senjata tajam.
“Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit,” jelasnya.
Pasca kejadian, aparat kepolisian mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam bentrokan guna mencegah terjadinya eskalasi lanjutan. Dari jumlah tersebut, satu orang diketahui masih berstatus di bawah umur. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Karanganyar.
Selain mengamankan sejumlah orang, penyidik juga menyita berbagai barang bukti. Barang bukti tersebut meliputi sepeda motor yang digunakan rombongan, beberapa helm, serta satu bilah senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan saat bentrokan.
AKP Wikan mengungkapkan bahwa para korban berasal dari berbagai wilayah di Solo Raya, antara lain Karanganyar, Sragen, dan Sukoharjo, termasuk wilayah Polokarto. Sebagian korban masih menjalani perawatan medis sehingga belum dapat dimintai keterangan secara maksimal oleh penyidik.
Saat ini, kepolisian masih menelusuri secara detail rute perjalanan kedua rombongan, baik sebelum maupun setelah kejadian. Polisi juga mendalami tujuan awal perjalanan serta kemungkinan adanya pemicu lain yang menyebabkan terjadinya bentrokan.
“Hingga saat ini kami belum menetapkan tersangka. Penetapan status hukum akan dilakukan setelah pemeriksaan selesai dan gelar perkara dilakukan,” pungkas AKP Wikan. (Joko S)


.jpg)