
Kegiatan ini disambut antusias oleh ribuan jamaah dan warga sekitar yang memadati area depan masjid alistiqomah.

acara tersebut diawali dengan pembukan, nuansa ke khusukan semakin terasa dan menyentuh hati ketika acara dilanjutkan dengan pembaca'an ayat ayat suci al qur'an dari santri ponpes shohihuddin' menginggatkan jama'ah akan kebesaran allah swt dan makna perjalanan spiritual rosulullah saw dalam peristiwa isra mi'raj serta menginggatkan perjuangan para sesepuh kampung prapen.
dilanjutkan sambutan atas nama panitia yang disampaikan ustaz ahmad yunianto"

Setelah sambutan langsung masuk ke acara
inti yaitu ceramah agama yang di isi oleh Dr KH Marzuki Mustaqmar M.ag, dari malang
penceramah mengulas makna mendalam Isra Mi’raj, menekankan pentingnya akhlak mulia, persatuan umat, serta hukum hukum syari'a islam.
dalam paparan Penyampaian menerangkan semua kehidupan manusia adanya perbedaan tetapi harus tetep menjaga kerukunan sesama umat muslim paparnya,serta menerangkan keberagaman dibawah persatuan NKRI pungkasnya, ceramah yang menyejukkan membuat para jamaah yang mendengarkan antusias penuh khidmah hingga akhir acara.

Setelah ceramah usai dilanjutkan sambutan oleh Kapolsek Tenggilis mejoyo Akp Didik Ari Hendro stiono SH.MH
Acara terahir pembaca'an sholawat nabi serta ditutup dengan Doa, dengan lantunan pembacaan sholawat banjari oleh grub hadroh ponpes tafsir hadist shohihuddin, alunan sholawat yang merdu mampu menghadirkan suasana religius serta menumbuhkan rasa kecintaan jamaah kepada Nabi Muhammad SAW.

Demi memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan ini, pengamanan acara tersebut melibatkan dari beberapah anggota dari tni polri serta sahabat ansor banser sahabat sahabat pwi ls serta karang taruna setempat. Sinergi antar elemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekhidmatan acara keagamaan.
Pengajian Akbar Isra Mi’raj dan haul sesepuh kampung ini, tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di tengah tengah masyarakat tenggilis mejoyo.
Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya membangun umat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah red-


.jpg)