GEMPAR NARAPIDANA NEKAT JEBOL RUTAN KELAS II B NGANJUK, TEMBUS DINDING DI SIANG BOLONG - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

GEMPAR NARAPIDANA NEKAT JEBOL RUTAN KELAS II B NGANJUK, TEMBUS DINDING DI SIANG BOLONG

Thursday, 22 January 2026

gambar ilustrasi Narapidana melarikan diri 
Nganjuk, Warta Global Jatim.id
22 Januari 2026 SIANG BOLONG BERUBAH MENCEKAM! Keamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Nganjuk kembali dipertanyakan setelah seorang narapidana nekat melarikan diri dengan cara yang mencengangkan. Tepat pukul 12.00 WIB, saat sebagian aktivitas terhenti karena waktu sholat, tahanan tersebut berhasil menjebol dinding sisi selatan rutan dan kabur tanpa terdeteksi!

Aksi pelarian dramatis itu sontak menggegerkan warga sekitar. Pedagang yang berada di sekitar lokasi menjadi saksi mata momen menegangkan ketika sosok tahanan terlihat berlari kencang usai keluar dari kompleks rutan.
“Tahanannya lari ke arah barat, cepat sekali,” ujar seorang pedagang dengan wajah masih diliputi keterkejutan.
Kabar pelarian ini langsung memicu kepanikan dan kewaspadaan warga, mengingat peristiwa terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang masih ramai.

Kepala Rutan Kelas II B Nganjuk, Arip Budi Prasetyo, membenarkan insiden serius tersebut.
“Benar, ada satu warga binaan yang melarikan diri. Saat ini kami sedang melakukan pencarian secara intensif. Identitas yang bersangkutan masih dalam proses pendalaman,” ungkapnya singkat namun tegas.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih menyisir sejumlah titik rawan, sementara sistem keamanan rutan menjadi sorotan tajam publik. Bagaimana mungkin dinding rutan bisa ditembus di siang hari? Pertanyaan ini mulai bergema di tengah masyarakat.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melapor ke aparat terdekat apabila melihat orang dengan gerak-gerik mencurigakan yang diduga sebagai tahanan buron.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan keamanan lembaga pemasyarakatan, sekaligus ujian serius bagi aparat untuk segera menangkap kembali narapidana yang kini masih bebas berkeliaran.(Tim.Tom)