Polres Karanganyar Kerahkan Unit K9 untuk Pencarian Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang, Rabu (21/1/26).KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id --
Upaya menemukan pendaki yang dilaporkan hilang di jalur Bukit Mongkrang, Tawangmangu, terus diintensifkan. Kepolisian Resor Karanganyar memperkuat operasi pencarian dengan mengerahkan anjing pelacak atau Unit K9 untuk menyisir wilayah yang sulit dijangkau di kawasan Dusun Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.
Langkah penguatan ini dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Ia dilaporkan tidak kembali sejak Minggu (18/1/26) sore setelah terpisah dari rombongan ketika perjalanan turun dari puncak Bukit Mongkrang.
Kapolres Karanganyar Arman Sahti menjelaskan, Unit K9 difokuskan untuk menelusuri jalur pendakian, area hutan, serta sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Menurutnya, anjing pelacak memiliki keunggulan dalam membantu pencarian di medan terjal dan tertutup yang sulit dijangkau personel.
Sejak laporan orang hilang diterima, Polres Karanganyar bersama Polsek Tawangmangu dan unsur terkait langsung bergerak cepat. Arman menegaskan keterlibatan Polri dalam operasi SAR gabungan merupakan bentuk komitmen penuh dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Sejak hari pertama pos SAR gabungan dibuka, Polri aktif terlibat dalam operasi pencarian,” ujar Arman kepada Espos, Rabu (21/1/26).
Pada hari kedua pencarian, operasi diperluas dengan melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta potensi SAR lainnya. Tim dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) agar penyisiran dapat dilakukan secara sistematis dan terstruktur.
Beragam metode diterapkan dalam operasi ini. Selain penyisiran manual di jalur pendakian, tim juga memanfaatkan drone untuk pemantauan udara serta teknik rappelling guna menjangkau tebing dan medan ekstrem di sekitar lokasi hilangnya pendaki.
Namun hingga Selasa (20/1/26) pukul 16.00 WIB, pencarian belum membuahkan hasil. Operasi terpaksa dihentikan sementara karena hujan deras disertai kabut tebal yang dinilai membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
Sebagai bentuk keseriusan lanjutan, Unit K9 kembali diterjunkan pada Rabu (21/1/2026). Diharapkan, kehadiran anjing pelacak dapat membantu menelusuri area tertutup dan titik-titik yang belum terjangkau oleh tim pencari sebelumnya.
Kapolres Karanganyar menegaskan pihaknya akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait hingga pendaki yang hilang berhasil ditemukan. Setiap perkembangan terbaru, kata dia, akan disampaikan kepada publik sebagai wujud tanggung jawab dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
(Joko S)


.jpg)