Bupati Bojonegoro Turun Langsung Awasi Jalan Rp4,6 Miliar, Mulyoagung Disiapkan Jadi Poros Ekonomi Baru - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Bupati Bojonegoro Turun Langsung Awasi Jalan Rp4,6 Miliar, Mulyoagung Disiapkan Jadi Poros Ekonomi Baru

Friday, 30 January 2026

Bupati Bojonegoro Turun Langsung Awasi Jalan Rp4,6 Miliar, Mulyoagung Disiapkan Jadi Poros Ekonomi Baru


Bojonegoro – Jatim.Wartaglobal.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggeber pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah utara.
 Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah turun langsung meninjau proses pengecoran jalan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, Rabu (28/1/2026).

Pembangunan jalan beton sepanjang hampir dua kilometer ini digadang-gadang menjadi “urat nadi” baru penggerak ekonomi desa. Akses tersebut menghubungkan sentra pertanian warga langsung ke pusat Kota Bojonegoro, sekaligus memangkas biaya distribusi hasil panen.

Pemerintah Desa Mulyoagung merealisasikan anggaran BKKD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp4,637 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan di tiga dusun utama, yakni Dusun Sawit, Dusun Pencol, dan Dusun Tloko.

Didampingi Kepala Desa Mulyoagung, Bupati dan Wakil Bupati meninjau langsung lokasi proyek dan menyapa para pekerja di lapangan. Di tengah aktivitas pengecoran, Bupati Setyo Wahono menekankan pentingnya kualitas pengerjaan.

“Semangat ya, Pak. Kualitas betonnya dijaga, karena jalan ini urat nadi warga kita,” ujar Bupati sambil menyemangati para pekerja.


Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menegaskan bahwa mutu pembangunan menjadi prioritas utama. Menurutnya, infrastruktur yang kokoh akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika jalannya bagus, biaya angkut hasil panen petani bisa ditekan. Itu artinya pendapatan warga meningkat,” jelasnya.

Selain mendorong sektor ekonomi, jalan sepanjang 1.886,5 meter ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif strategis. Warga wilayah utara Kecamatan Balen kini memiliki akses lebih cepat menuju pusat kota tanpa harus bergantung pada jalur utama yang kerap padat kendaraan.

Abdi Nugroho menambahkan, pengerjaan fisik proyek dimulai sejak 30 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026.

“Kami optimistis jalan ini akan menjadi poros ekonomi baru. Distribusi hasil pertanian makin lancar, dan akses warga ke layanan kesehatan serta pendidikan di kota jadi jauh lebih singkat,” pungkasnya.