Akses Wisata Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Warga Karanganyar–Sowmil Tanggamus Murka - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Akses Wisata Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Warga Karanganyar–Sowmil Tanggamus Murka

Saturday, 3 January 2026

Akses Wisata Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Warga Karanganyar–Sowmil Tanggamus Murka


TANGGAMUS — Jatim-wartaglobal.id -  Kerusakan parah jalan poros Desa Karanganyar menuju kawasan Sowmil, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, kian menjadi potret nyata buruknya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar dan keselamatan warga.

Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan akses utama menuju Pantai Sowmil itu dibiarkan hancur bertahun-tahun tanpa kejelasan pembangunan. 
Pantauan di lapangan pada Jumat (2/1/2026) menunjukkan kondisi jalan dipenuhi lubang menganga, badan jalan rusak berat, serta kontur terjal yang rawan kecelakaan.

Ironisnya, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Pantai Sowmil, destinasi wisata andalan yang selalu ramai saat musim liburan. Namun potensi wisata itu seolah dibiarkan mati perlahan akibat buruknya infrastruktur.

Supriadi, warga Kalirejo, mengaku frustrasi setiap kali melintasi jalur tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan kerap membuat wisatawan mengurungkan niat berkunjung.

“Pantai Sowmil itu bagus, tapi jalan masuknya rusak parah. Lubang di mana-mana. Banyak orang kapok datang,” ujar Supriadi dengan nada kecewa.
Kekecewaan serupa disampaikan Topari, warga Desa Karanganyar. Ia menegaskan kondisi jalan sudah melampaui batas wajar dan mengancam keselamatan warga, khususnya anak sekolah dan pengendara sepeda motor.


Ini bukan sekadar rusak, tapi sudah membahayakan nyawa. Salah ambil jalur bisa jatuh ke lubang dalam,” tegasnya.
Dampak paling memilukan dirasakan anak-anak sekolah. Sholihin, warga setempat, menyebut kecelakaan kecil sudah menjadi pemandangan rutin.

“Anak-anak sering jatuh. Ada yang basah kuyup, kotor, bahkan luka. Tapi jalan tetap dibiarkan,” ungkapnya.

Warga menilai pembiaran jalan rusak ini sebagai bentuk nyata lemahnya respons pemerintah desa hingga pemerintah daerah. Hingga kini, tak ada kejelasan kapan perbaikan akan dilakukan, meski keluhan telah disampaikan berulang kali.

Padahal, selain sebagai jalur wisata, jalan Karanganyar–Sowmil juga menjadi akses vital warga Umbul Kalong yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan tambak. Udang, nila, dan bandeng hasil panen sulit didistribusikan akibat buruknya akses.

“Waktu panen, tengkulak selalu mengeluh. Jalan rusak dijadikan alasan menekan harga. Warga yang rugi,” keluh seorang petambak.

Masyarakat mendesak pemerintah tidak lagi menutup mata. Perbaikan jalan dinilai mendesak, bukan hanya demi keselamatan warga, tetapi juga untuk menyelamatkan ekonomi lokal dan potensi wisata yang selama ini terbengkalai.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga menilai Pantai Sowmil hanya akan menjadi destinasi indah yang terisolasi—indah di foto, berbahaya di akses.