Ngariung Aman Bareng Ojol, Kapolresta Solo Mbah Con Bangun Kedekatan Lewat Guyonan dan Berbagi Sembako - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Ngariung Aman Bareng Ojol, Kapolresta Solo Mbah Con Bangun Kedekatan Lewat Guyonan dan Berbagi Sembako

Tuesday, 20 October 2026
Kapolres Surakarta Condro Sasongko berdialog dengan Ojol dengan tema "Ngariung Aman Bareng Ojol di Posko Ojol Simpang Faroka Laweyan Kota Solo, Senin (19/10/26).


SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko dengan para pengemudi ojek online (ojol) di Posko Ojol Simpang Faroka, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Senin (19/10/2026). Melalui kegiatan bertajuk Ngariung Aman, kepolisian berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mengajak komunitas ojol berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai. AKBP Condro, yang akrab disapa Mbah Con, berbaur langsung dengan para pengemudi ojol, berdialog, serta melontarkan sejumlah candaan yang mengundang tawa. Pendekatan tersebut membuat suasana semakin cair dan membuka ruang komunikasi tanpa sekat antara polisi dan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Kapolresta tidak hanya menyampaikan pesan keamanan, tetapi juga mendengarkan aspirasi serta pengalaman para pengemudi yang setiap hari beraktivitas di jalanan Kota Solo. Mobilitas tinggi para pengemudi ojol dinilai menjadi salah satu potensi dalam mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif.

AKBP Condro Sasongko mengatakan, kegiatan Ngariung Aman merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat membantu menciptakan rasa saling percaya sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Polisi dan masyarakat itu harus dekat. Jangan sampai ada jarak. Kita bisa ngobrol santai, bercanda, bahkan saling mengingatkan. Karena menjaga keamanan Kota Solo bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Condro.

Ia juga mengajak para pengemudi ojol untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kejadian mencurigakan, gangguan keamanan, maupun situasi yang membutuhkan penanganan petugas kepolisian.

“Teman-teman ojol ini setiap hari berada di jalan. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan atau membutuhkan kehadiran polisi, jangan sungkan untuk menyampaikan. Kita ingin Solo tetap aman, nyaman, dan masyarakat bisa mencari rezeki dengan tenang,” katanya.

Menurut Condro, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Informasi dari warga yang disampaikan melalui jalur komunikasi yang tepat dapat membantu kepolisian merespons potensi gangguan secara lebih cepat.

Selain berdialog, Kapolresta Surakarta juga membagikan paket sembako kepada para pengemudi ojol. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus perhatian kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari di jalan raya.

Pemberian bantuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan melengkapi rangkaian kegiatan Ngariung Aman. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya menghadirkan ruang pertemuan yang tidak hanya berorientasi pada pesan kamtibmas, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.

Ketua Umum Garda Soloraya, Ramadan Bambang Widjanarko, menyambut positif langkah Kapolresta yang bersedia menemui para pengemudi ojol secara langsung. Ia menilai pendekatan santai dan terbuka tersebut membuat komunitas ojol merasa dihargai serta dilibatkan dalam upaya menjaga keamanan Kota Surakarta.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolresta. Beliau mau duduk bersama, mendengarkan teman-teman ojol, bahkan bercanda tanpa ada jarak. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami karena merasa benar-benar diperhatikan dan dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Solo,” ungkap Ramadan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar komunikasi antara komunitas ojol dan kepolisian semakin kuat. Dengan hubungan yang terjalin baik, para pengemudi diharapkan semakin aktif berkontribusi menjaga ketertiban serta membantu menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi keamanan masyarakat.

Secara umum, keterlibatan komunitas pengemudi transportasi daring dapat menjadi salah satu unsur pendukung pemeliharaan keamanan lingkungan. Namun, apabila menemukan dugaan tindak pidana atau keadaan darurat, pengemudi tetap diimbau mengutamakan keselamatan diri, tidak bertindak sendiri secara berisiko, dan segera menghubungi petugas berwenang.

Melalui Ngariung Aman, Polresta Surakarta berupaya menegaskan bahwa peran kepolisian tidak terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup komunikasi publik, pelayanan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Pendekatan humanis diharapkan dapat memperkuat kepercayaan warga sekaligus mendorong partisipasi bersama dalam menjaga keamanan.

Pertemuan di Posko Ojol Simpang Faroka tersebut menjadi gambaran bahwa kedekatan antara polisi dan masyarakat dapat dibangun melalui langkah sederhana, mulai dari duduk bersama, mendengarkan aspirasi, hingga berbagi bantuan. Polresta Surakarta berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan Kota Solo yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

(Joko S)