
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra Pimpin Upacara POLIDIK di SMK Muhammadiyah 04, Senin (19/10/26).
BOYOLALI, WARTAGLOBAL.id --
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengajak para pelajar untuk meningkatkan kedisiplinan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina upacara melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) di SMK Muhammadiyah 04 Boyolali, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.30 WIB itu diikuti sekitar 1.100 siswa, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta jajaran pejabat utama Polres Boyolali. Upacara dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 04 yang beralamat di Jalan Lembayung Nomor 4, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali.
Dalam amanatnya, AKBP Indra menekankan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, masa pendidikan perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, membentuk karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa mendatang.
“Adik-adik merupakan generasi penerus bangsa yang sedang menempuh proses pendidikan untuk meraih masa depan. Manfaatkan kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, dan menjauhi kegiatan negatif yang dapat merusak masa depan,” pesan Indra kepada para siswa.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, maupun tindakan lain yang melanggar hukum. Menurutnya, keberhasilan meraih cita-cita tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Selain memberikan pembinaan karakter, Kapolres Boyolali turut menyoroti pentingnya keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. Para siswa diimbau mematuhi rambu dan peraturan jalan raya, mengenakan helm berstandar keselamatan saat mengendarai sepeda motor, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan berkendara, AKBP Indra menyerahkan tiga helm kepada perwakilan siswa SMK Muhammadiyah 04 Boyolali. Pemberian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan setiap kali berkendara.
Kapolres menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas perlu dibangun menjadi kebiasaan sejak usia sekolah. Kesadaran tersebut diharapkan tidak hanya melindungi pengendara, tetapi juga menciptakan lingkungan jalan raya yang lebih aman bagi seluruh masyarakat.
Kepala SMK Muhammadiyah 04 Boyolali, Suprap, menyambut positif pelaksanaan program POLIDIK yang menghadirkan jajaran kepolisian secara langsung ke lingkungan sekolah. Ia menilai edukasi tersebut dapat memperkuat upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai hukum dan keselamatan.
“Kami mengapresiasi kegiatan POLIDIK yang dilaksanakan Polres Boyolali. Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun saat berada di masyarakat. Kesadaran untuk disiplin dan tertib berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini,” ujar Suprap.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih menjelaskan bahwa POLIDIK merupakan program pembinaan pelajar yang dilaksanakan secara serentak setiap Senin pagi. Dalam pelaksanaannya, para kapolsek di wilayah masing-masing turut mengambil apel atau menjadi pembina upacara di sekolah untuk menyampaikan edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kesadaran hukum, serta pembentukan karakter.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menaati aturan, menjauhi narkoba dan tawuran, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” kata Winarsih.
Program POLIDIK menjadi salah satu upaya Polres Boyolali untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan. Melalui komunikasi langsung dengan para siswa, kepolisian diharapkan dapat membantu mencegah kenakalan remaja, meningkatkan kesadaran hukum, serta menumbuhkan perilaku positif sejak dini.
Di sisi lain, pembentukan budaya tertib berlalu lintas juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Pengawasan dan edukasi yang berkesinambungan dinilai penting agar pesan keselamatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Boyolali berharap para pelajar mampu menjadi generasi muda yang berprestasi, berkarakter, taat hukum, dan bertanggung jawab. Kedekatan antara polisi dan lingkungan pendidikan juga diharapkan semakin kuat sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Boyolali. (Joko S)


.jpg)