Konter HP di Sragen Dibobol Maling, Ponsel Android hingga iPhone Senilai Rp250 Juta Raib - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Konter HP di Sragen Dibobol Maling, Ponsel Android hingga iPhone Senilai Rp250 Juta Raib

Saturday, 10 October 2026
Petugas Polsek Sragen Kota Polres Sragen melakukan Penyelidikan Konter HP di Sragen yang Dibobol Maling, Sabtu (10/10/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Aksi pencurian menyasar sebuah konter telepon seluler di kawasan Gendingan, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sejumlah ponsel dari berbagai merek, mulai dari perangkat Android hingga iPhone, dilaporkan hilang setelah konter tersebut dibobol pelaku pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp250 juta.

Pelaku diduga masuk ke dalam konter dengan memanfaatkan tangga dari bambu dan kayu untuk mencapai bagian belakang bangunan. Setelah itu, pelaku merusak ventilasi udara yang dilindungi teralis besi hingga berhasil masuk ke dalam toko dan mengambil sejumlah telepon seluler yang tersimpan di etalase.

Kasus pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga konter saat hendak membuka toko pada pagi hari. Setibanya di lokasi, penjaga mendapati kondisi bagian dalam konter berantakan dan sejumlah ponsel yang sebelumnya berada di etalase sudah tidak ada.

Penjaga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pemilik konter. Setelah tiba di lokasi, pemilik memastikan adanya kehilangan barang dagangan sekaligus menemukan kerusakan pada ventilasi di bagian belakang bangunan serta tangga bambu yang diduga digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Kapolsek Sragen Kota, AKP Teguh Purwoko, membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut. Ia menjelaskan, laporan dari pemilik konter langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Pemilik datang ke konter dan ternyata benar bahwa barang HP yang berada di konter telah hilang, kemudian mendapati ventilasi udara yang berada di belakang konter sudah rusak, serta mendapati ada tangga bambu di belakang konter,” kata AKP Teguh Purwoko saat memberikan keterangan pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut Teguh, jumlah pasti telepon seluler yang hilang masih dalam proses pencocokan bersama pemilik konter. Pendataan perlu dilakukan secara teliti karena terdapat beberapa unit ponsel yang sebelumnya telah terjual kepada pembeli.

Meski demikian, berdasarkan keterangan awal korban, nilai kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

“Kerugian menurut keterangan korban sekitar Rp250 juta,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Sragen Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi dan menelusuri kemungkinan jejak pelaku. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian turut diamankan sebagai barang bukti, di antaranya tangga bambu, bagian ventilasi yang rusak, serta sejumlah dus atau kotak kemasan telepon seluler.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Agus Catur Yudho Praseno, menyampaikan bahwa penanganan perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi berupaya mengidentifikasi pelaku sekaligus menelusuri keberadaan barang-barang yang dilaporkan hilang.

“Seluruh anggota Resmob melakukan pengejaran terkait dengan pelaku dan barang bukti,” jelas AKP Agus Catur Yudho Praseno.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk cara pelaku memasuki bangunan dan membawa kabur ponsel dari dalam konter. Kepolisian juga mengumpulkan bukti serta keterangan yang diperlukan untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan jumlah kerugian secara akurat.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pemilik usaha, khususnya toko elektronik dan konter telepon seluler, untuk meningkatkan keamanan tempat usaha, terutama pada jam-jam rawan menjelang pagi. Penguatan akses masuk, pemasangan sistem pemantauan, serta pemeriksaan kondisi bangunan secara berkala dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko tindak pencurian.

Hingga berita ini disusun, berdasarkan keterangan yang tersedia, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Belum ada informasi terverifikasi mengenai identitas maupun penangkapan tersangka, serta perkembangan terbaru terkait keberhasilan pengembalian barang-barang yang hilang. (Joko S)