Polresta Surakarta Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang AI, Dorong Pemanfaatan Teknologi Secara Bijak - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Polresta Surakarta Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang AI, Dorong Pemanfaatan Teknologi Secara Bijak

Tuesday, 22 September 2026
Personel Polresta Surakarta melakukan Edukasi kepada Pelajar SMKN 2 tentang AI, Senin (21/9/26).

SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Polresta Surakarta terus memperkuat literasi digital di kalangan pelajar melalui edukasi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi tersebut digelar di SMKN 2 Surakarta, Senin (21/9/2026), sebagai bagian dari program “Polresta Surakarta Paham AI.”

Program tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perkembangan teknologi AI sekaligus mendorong penggunaannya untuk kepentingan pendidikan dan aktivitas sehari-hari secara positif, aman, serta bertanggung jawab.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kabag SDM Kompol Riyadi Supriyadi menegaskan, pesatnya perkembangan AI perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat, terutama para pelajar yang menjadi salah satu kelompok pengguna teknologi digital.

“Melalui kegiatan ini kami memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai AI, mulai dari pemanfaatannya hingga bagaimana menggunakan teknologi tersebut secara positif, aman dan bertanggung jawab,” ujar Kompol Riyadi.

Ia menjelaskan, teknologi AI dapat memberikan berbagai kemudahan dalam menunjang kegiatan belajar. Pelajar dapat memanfaatkannya untuk mencari referensi, membantu memahami materi, mengembangkan ide, maupun mendukung proses kreatif. Namun, penggunaan AI tetap harus disertai kemampuan untuk memeriksa kembali informasi dan memahami batasan teknologi tersebut.

Menurut Riyadi, aspek etika juga menjadi bagian penting yang perlu dipahami pelajar. Kemudahan memperoleh maupun menghasilkan informasi menggunakan AI tidak boleh membuat pengguna mengabaikan kejujuran, keamanan data pribadi, hak cipta, serta tanggung jawab atas konten yang dibuat atau disebarluaskan.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana para pelajar memahami risiko dan etika dalam menggunakan AI. Kami berharap mereka tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi, antara lain pengenalan kecerdasan buatan, perkembangan teknologi AI, pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia pendidikan, serta pentingnya menjaga keamanan dan etika digital.

Polresta Surakarta menilai penguatan literasi digital menjadi semakin penting seiring dengan semakin luasnya penggunaan teknologi AI. Edukasi kepada pelajar diharapkan dapat membentuk kebiasaan menggunakan teknologi secara kritis, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi proses pembelajaran.

Melalui program “Polresta Surakarta Paham AI”, kepolisian juga mendorong agar perkembangan teknologi dapat diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Dengan pemahaman yang memadai, pelajar diharapkan mampu menjadikan AI sebagai alat pendukung untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan pengembangan potensi diri tanpa mengabaikan aspek keamanan maupun etika. (Joko S)