
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus MAPISNU Surabaya tersebut berlangsung semarak. Lantunan shalawat, pembacaan Maulid, serta doa untuk Nabi Muhammad SAW dan para muassis NU menggema di Langgar Gipo.

KH. Hasan Gipo atau KH. Hasan Basri Sagipodin dikenal dalam sejarah NU sebagai Ketua Umum PBNU periode pertama, yang mendampingi KH. M. Hasyim Asy’ari selaku Rais Akbar.
Hadirnya ratusan jamaah ISHARI semakin menambah kekhidmatan majelis. Tradisi shalawat dan pembacaan Maulid menjadi bagian penting dalam menjaga warisan keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah antarjamaah.
BLACK COBRA 313 INDONESIA TURUT KAWAL KEAMANAN
Di tengah ramainya jamaah yang menghadiri kegiatan, anggota Black Cobra 313 Indonesia, Komando Kota Surabaya, turut berpartisipasi dalam pengamanan guna membantu menjaga ketertiban dan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Personel Black Cobra 313 Indonesia bersama unsur pengamanan lainnya turut berada di lapangan, membantu mengatur situasi serta memastikan kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan keagamaan dan menjaga suasana aman bagi masyarakat yang hadir untuk mengikuti rangkaian Maulid Nabi dan Haul para ulama.
MERAWAT TRADISI, MENYAMBUNG PERJUANGAN ULAMA
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH. Hasan Gipo beserta seluruh Muassis NU bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mengenang jasa para ulama, menyambung nilai perjuangan, serta merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat tersebut menjadi salah satu landasan bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Dari Langgar Gipo Surabaya, lantunan shalawat kembali menggema. Ratusan jamaah bersatu dalam satu majelis, mengenang para ulama, merawat tradisi, mempererat ukhuwah, sekaligus meneruskan semangat perjuangan para Muassis Nahdlatul Ulama.
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI


.jpg)