
Personel Polres Boyolali melakukan pembinaan Pelajar SMAN 2 dengan Literasi AI, Kamis (24/9/26).
BOYOLALI, WARTAGLOBAL.id --
Sebanyak 316 siswa SMA Negeri 2 Boyolali mengikuti pelatihan literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang digelar melalui program Paham AI – Literasi Kecerdasan Artificial untuk Pelajar, Kamis (24/9/26). Kegiatan tersebut bertujuan membekali pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Pelatihan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai perkembangan dan penggunaan AI, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung yang dipandu trainer AI dari Senopati Institute Polres Boyolali.
Sejumlah pejabat Polres Boyolali turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasatbinmas AKP Joni Aryanto, S.Tr.K., S.I.K., KBO Satbinmas Iptu Anggun Puspa Regita, S.I.Kom., KRI Satlantas Ipda Gatot Arfiyanto, S.H., serta Kanit Kamsel Satlantas Ipda Nanang DR, S.H.
Dalam pelatihan, kemampuan peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test pada setiap modul. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah disampaikan sekaligus mengukur perkembangan pemahaman setelah mengikuti pembelajaran.
Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menggunakan AI. Para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ruang digital, termasuk pentingnya memahami konsekuensi dari setiap aktivitas saat menggunakan teknologi dan media sosial.
Pelajar diingatkan agar tidak sembarangan memanfaatkan teknologi digital maupun menyebarkan informasi tanpa mempertimbangkan dampaknya. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai aturan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Trainer AI Senopati Institute menekankan bahwa kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan etika dan tanggung jawab. Dengan begitu, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan kreativitas, bukan justru menjadi sumber persoalan di ruang digital.
Setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai, peserta diarahkan untuk mengunduh sertifikat melalui sistem yang telah disediakan. Dari 316 siswa yang mengikuti pelatihan, sebanyak 313 pelajar berhasil menyelesaikan seluruh tahapan dan memperoleh sertifikat.
Sementara tiga peserta lainnya belum dapat menerbitkan sertifikat karena mengalami kendala pada perangkat yang digunakan saat mengikuti proses pembelajaran.
Program literasi AI tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan kepada generasi muda di lingkungan sekolah. Penguasaan teknologi dinilai semakin penting seiring meningkatnya penggunaan AI dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan.
"Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan AI untuk membantu proses belajar, tetapi juga dapat menggunakannya untuk mengembangkan ide, meningkatkan kreativitas, serta mengasah keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi." Ujar Kasatbinmas Polres Boyolali AKP Joni Aryanto.
Polres Boyolali melalui trainer AI juga terus mendorong penguatan literasi digital di kalangan pelajar. Pemanfaatan teknologi diharapkan berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai etika, keamanan data, aturan hukum, dan tanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. (Joko S)


.jpg)