
NGANJUK Warta Global Jatim.id
Suasana hangat, santai, dan penuh keakraban terasa menyelimuti pertemuan bertajuk "Ngopi Bareng Dandim 0810/Nganjuk", yang digelar bersama para wartawan dan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kabupaten Nganjuk. Komandan Kodim (Dandim) 0810/Nganjuk, Letnan Kolonel Artileri M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., hadir langsung dan menegaskan bahwa acara ini adalah wujud nyata persahabatan antara jajaran Kodim Nganjuk dengan media dan masyarakat sipil.

"Ngopi bareng 'Ngo' itu ngobrol, 'Pi' itu pintar," kelakar Taufan di hadapan para hadirin, memecah suasana dengan tawa yang lepas.
Sambil menunggu kedatangan Dandim, suasana semakin hidup dengan irama musik jalanan yang dibawakan para seniman dari Kertosono. Nada-nada yang mengalun menciptakan suasana yang akrab, hangat, dan penuh kekeluargaan seolah tak ada jarak antara prajurit TNI, awak media, maupun tokoh masyarakat.
Di tengah kebersamaan yang terjalin, Dandim dan jajaran juga melakukan sesuatu yang istimewa. Beliau membagikan rompi kepada seluruh perwakilan LSM dan awak media yang hadir di acara itu. Bahkan, Dandim secara langsung memakaikan rompi tersebut secara simbolik kepada salah satu awak media. Momen sederhana namun bermakna ini membuat suasana semakin semarak dan menyentuh hati semua orang yang hadir. Tidak sekadar benda, rompi itu menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan pengakuan bahwa media, LSM, dan TNI berdiri berdampingan satu hati, satu tujuan, membangun Nganjuk bersama.
Tidak ada jarak kaku. Tidak ada sekat pangkat atau jabatan. Para anggota TNI hadir, duduk bersanding sejajar dengan para awak media dan tokoh masyarakat, bercengkerama layaknya sahabat lama yang sudah lama tak berjumpa. Senyum tulus, sapaan hangat, dan tawa yang saling bersahutan menjadi bukti nyata: semboyan "TNI Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat" bukan sekadar kata-kata indah di atas kertas — melainkan nilai yang hidup dan dihayati dalam setiap langkah pengabdian mereka.
Di tengah kebersamaan itu, terlihat jelas jiwa korsa yang kokoh sekaligus rendah hati. TNI hadir bukan sebagai kekuatan yang menjaga jarak, melainkan sebagai pelindung, pendamping, dan sahabat yang selalu hadir di tengah-tengah rakyat. Kehadiran mereka di ruang publik, duduk bersama siapa saja tanpa membedakan kedudukan, adalah cerminan semangat pengabdian yang tulus: bahwa kekuatan sejati TNI terletak pada kedekatannya dengan rakyat, pada kepercayaan yang tumbuh dari hati ke hati.
Ketika Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti hadir di tengah kerumunan, kehangatan semakin memuncak. Beliau menyapa satu per satu peserta, mendengarkan keluh kesah, berdiskusi secara terbuka tanpa batas, tanpa kecurigaan. Inilah wajah TNI yang dicintai: teguh memegang amanah negara, namun lembut dan peka terhadap suara rakyat.
Kita patut bersyukur dan memuji Tuhan Yang Maha Esa, karena masih ada pasukan yang menjadikan rakyat sebagai rumah kedua mereka. Di setiap pengabdian, di setiap jaga malam, di setiap kehadiran di tengah masyarakat ,TNI telah membuktikan bahwa mereka adalah benteng sekaligus saudara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Semoga kebersamaan ini terus terjalin erat. Semoga kedekatan TNI dengan rakyat senantiasa kokoh tak tergoyahkan, demi Indonesia yang damai, bersatu, dan semakin maju.
(Tomo)


.jpg)