
Pertemuan berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna. Sambil menikmati segelas STMJ (Susu Telur Madu Jahe) dan makanan ringan, perbincangan mengalir membahas berbagai hal, terutama tentang manfaat dan nilai khidmah di Nahdlatul Ulama (NU).

Obrolan tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, pandangan, serta semangat dalam menjalankan pengabdian di lingkungan NU. Khidmah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas organisasi, tetapi juga sebagai bentuk ketulusan dalam memberikan manfaat kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
Kiai Afrizen menyampaikan pentingnya menjaga niat dalam setiap bentuk pengabdian. Menurutnya, khidmah akan memiliki nilai yang lebih besar ketika dilakukan dengan ikhlas, istiqamah, serta tetap menjunjung tinggi adab dan tradisi ke-NU-an.
Sementara bagi para sahabat Banser Surabaya, pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan persaudaraan, sekaligus menyegarkan kembali semangat untuk terus hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
“Kadang obrolan sederhana justru melahirkan gagasan besar. Tidak harus selalu dalam forum resmi. Ngobrol santai sambil menikmati STMJ pun bisa menjadi sarana menyambung silaturahmi dan menguatkan semangat khidmah,” demikian suasana yang tergambar dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan sederhana itu menunjukkan bahwa khidmah tidak mengenal tempat dan suasana. Di mana ada kesempatan untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan saling menguatkan dalam kebaikan, di situlah semangat pengabdian terus tumbuh.
Warta Global Jatim.id – Media Cepat, Akurat & Terpercaya.
Pimpinan Redaksi Nur Cholis


.jpg)