
KERTOSONO, Warta Global Jatim.id
Suasana meriah dan penuh warna menyelimuti jalan protokol Jl. Gatot Subroto dan Jl. Supriyadi, Kamis (27/8/2026). Ribuan warga berdesakan menyaksikan karnaval besar tingkat pelajar se-Kecamatan Kertosono, yang digelar Pemerintahan Kecamatan setempat dan diikuti seluruh jenjang pendidikan: SMP, MTs, SMA, MA, hingga SMK Negeri maupun Swasta.

Di tengah deretan peserta yang memukau, kehadiran SMPN 1 Kertosono menyedot perhatian paling besar. Dengan tema "Selendang Kejayaan Kadipaten Posono", para siswa tampil membawa nuansa sejarah yang hampir terlupakan, mengingatkan kembali pada masa kejayaan wilayah ini sebelum dikenal sebagai Kertosono.
"Saya berharap agar generasi penerus bangsa tidak melupakan akar budayanya. Karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang selalu ingat akan jasa para pahlawan dan leluhurnya." Marzuqoh, Plt. Kepala Sekolah SMPN 1 Kertosono.
Tema yang diangkat bukan sekadar hiasan semata. Marzuqoh menjelaskan, peserta didiknya sengaja dibawa kembali ke masa lalu ke era Kadipaten Posono, cikal bakal Kertosono di abad ke-18. Di sanalah sosok Raden Ayu Poerwodiningrat, permaisuri dari Raden Tumenggung Poerwodiningrat, Adipati pertama Kertosono, dikenal luas dengan julukan Tumenggung Kopek.
Beliau bukan sekadar bangsawan. Sosoknya dikenal sangat bijaksana, mencintai rakyatnya, dan gigih menjaga kedamaian di wilayah tersebut, terutama di sekitar Desa Pakuncen tempat beliau dimakamkan hingga kini. Meski secara administrasi Desa Pakuncen kini masuk Kecamatan Patianrowo, sejarahnya tetap tak terpisahkan dari pusat kekuasaan Kadipaten Kertosono yang sekarang menjadi kecamatan Kertosono.
Kostum, properti, dan narasi yang ditampilkan para siswa SMPN 1 Kertosono berhasil membungkam keramaian. Banyak penonton yang baru pertama kali mendengar kisah Tumenggung Kopek dan sejarah Kadipaten Posono."Kami sengaja memilih tema ini agar sejarah tidak hilang tertelan zaman," ujar Marzuqoh. "Anak-anak harus tahu, sebelum menjadi kecamatan yang kita kenal sekarang, Kertosono pernah menjadi pusat kekuasaan yang besar dan dipimpin oleh tokoh-tokoh yang penuh kebijaksanaan."
Ribuan penonton yang memadati sepanjang rute karnaval tampak mengapresiasi upaya tersebut. Tak sedikit yang mengaku terharu melihat sejarah leluhur mereka dipentaskan kembali dengan penuh kebanggaan oleh generasi muda.
Lebih dari sekadar pesta warna dan kemeriahan, karnaval ini menjadi bukti bahwa budaya dan sejarah leluhur masih hidup di hati masyarakat Kertosono. Selendang Kejayaan Kadipaten Posono yang dibawa para siswa SMPN 1 Kertosono bukan sekadar kain berhias melambangkan ikatan masa lalu, masa kini, dan masa depan yang tak boleh putus.(Tomo)


.jpg)