Mengukuhkan Adab dan Integritas: Pesan Presiden untuk NU dalam Menjaga Stabilitas Bangsa - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Mengukuhkan Adab dan Integritas: Pesan Presiden untuk NU dalam Menjaga Stabilitas Bangsa

Thursday, 27 August 2026
Oleh: Dr. H. Afrizen, M.Pd.
JOMBANG | Warta Global Jatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum penting bagi perjalanan NU sekaligus kehidupan kebangsaan Indonesia. Pembukaan Muktamar berlangsung di tengah perhatian besar warga Nahdliyin dari berbagai daerah.

Dalam momentum tersebut, pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama menjadi bagian penting untuk direnungkan, khususnya terkait penguatan nilai adab, karakter, integritas, serta peran strategis ulama dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.

Oleh: Dr. H. Afrizen, M.Pd.

Muktamar NU ke-35 di Jombang bukan sekadar forum permusyawaratan organisasi. Muktamar menjadi momentum sejarah yang mempertemukan para kiai, ulama, santri, akademisi, dan kader NU dari berbagai penjuru Nusantara untuk menentukan arah perjuangan organisasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap kehidupan kebangsaan.

NU memiliki posisi strategis dalam kehidupan Indonesia. Kekuatan NU tidak hanya terletak pada besarnya jumlah warga dan luasnya jaringan organisasi, tetapi juga pada tradisi pesantren, keilmuan, keteladanan ulama, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adab di Atas Ilmu
Tantangan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari persoalan ekonomi dan teknologi, tetapi juga dari perubahan sosial, polarisasi, derasnya arus informasi, serta melemahnya etika dalam ruang publik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, masyarakat dapat memperoleh dan menyebarkan informasi dengan sangat cepat. Namun, kecepatan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi, menjaga etika, serta menghormati perbedaan.

Tradisi pesantren NU mengajarkan bahwa ilmu harus berjalan bersama adab. Penghormatan kepada guru, ketawadhuan, kesabaran, serta kepedulian kepada sesama merupakan nilai yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Adab bukan hanya persoalan perilaku pribadi, tetapi juga menjadi modal penting dalam membangun ketahanan sosial dan menjaga persatuan bangsa.

Pendidikan Karakter dan Integritas
Pendidikan karakter tidak cukup hanya menjadi materi dalam kurikulum. Karakter lahir dari proses panjang dan keteladanan yang diberikan oleh keluarga, guru, ulama, pemimpin, serta lingkungan masyarakat.

Begitu pula dengan integritas. Integritas bukan sekadar berbicara tentang kejujuran, tetapi kemampuan untuk menjalankan nilai kebenaran secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika integritas menjadi budaya, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara, organisasi, dan para pemimpinnya akan semakin kuat.
Pesantren memiliki pengalaman panjang dalam membangun karakter melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, penghormatan kepada guru, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Nilai tersebut perlu terus dikembangkan agar generasi muda Indonesia tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, tanggung jawab, dan integritas.
Menjaga Stabilitas Bangsa
Dinamika global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memiliki ketahanan sosial dan stabilitas nasional yang kuat.

Stabilitas bukan berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, stabilitas yang sehat adalah kemampuan bangsa mengelola perbedaan melalui dialog, musyawarah, hukum, dan mekanisme demokrasi.

Dalam konteks inilah hubungan ulama dan umara memiliki arti penting. Ulama memiliki peran strategis dalam memberikan pencerahan moral dan pendidikan keagamaan, sementara pemerintah menjalankan mandat konstitusional dalam penyelenggaraan negara.

Sinergi keduanya, dengan tetap menghormati fungsi dan kewenangan masing-masing, dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Muktamar Sebagai Momentum Pengabdian
Pesan yang disampaikan pada momentum Muktamar NU ke-35 hendaknya tidak berhenti sebagai wacana. Nilai adab, karakter, dan integritas harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang dirasakan masyarakat.

Muktamar juga harus menjadi momentum muhasabah bagi seluruh warga NU: sejauh mana organisasi mampu memberikan manfaat nyata bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
Perbedaan pilihan dalam Muktamar adalah bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan munculnya perpecahan.

Sebaliknya, perbedaan harus dikelola melalui musyawarah, ukhuwah, adab, dan sikap saling menghormati.
Sebagaimana semangat yang juga mengemuka menjelang Muktamar, proses pergantian kepemimpinan harus tetap menjaga integritas, moralitas, dan marwah organisasi.

Dari Jombang, pesan tersebut menjadi penting untuk kita renungkan bersama.
Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga beradab; bukan hanya berani, tetapi juga berintegritas; dan bukan hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu menjaga persatuan.

Dengan kokohnya adab, kuatnya karakter, dan tegaknya integritas, NU diharapkan terus menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa serta mengawal perjalanan Indonesia menuju masyarakat yang bermartabat, adil, sejahtera, dan berperadaban.

Jombang, 27 Agustus 2026
Nur Cholis
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id