
Batu — Rabu, 19 Agustus 2026 — Dipimpin Kepala Sekolah Dra. Aina Asmarani, SDN Sumbergondo 02 hadirkan inovasi berbasis literasi, teknologi, dan berpikir kritis yang mengubah pola belajar siswa dan partisipasi orang tua secara luar biasa.
jatim.wartaglobal.id
KOTA BATU — SDN Sumbergondo 02 di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dra. Aina Asmarani, meluncurkan tiga inovasi pendidikan unggulan berturut-turut: MEMMEL, PINTETIF, dan POMASI, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Inovasi ini dirancang untuk mengatasi rendahnya minat baca, pemanfaatan teknologi yang belum bermakna, serta kemampuan berpikir kritis siswa, dengan berlandaskan berbagai peraturan perundang-undangan hingga tingkat daerah Kota Batu.
Program MEMMEL yang digagas bersama tim pendidik dan komunitas Laskar Abunawas (Nuairy Ayu Shitta Devi, S.Pd.) lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca di lingkungan sekolah dan masyarakat. Berdasarkan data UNESCO, Indonesia berada di peringkat kedua dari bawah literasi dunia, dan di SDN Sumbergondo 02 sendiri, nilai literasi sempat hanya 64,48%. Melalui program ini, wali murid wajib datang ke perpustakaan sekolah, membaca buku, dan membuat sinopsis secara bergilir setiap bulan — hasilnya luar biasa: nilai literasi melonjak menjadi 88,88% pada 2024 dan 100% pada tahun 2025.
Selain MEMMEL, tim pendidik yang diprakarsai oleh Gadis Laras Santi Triwulandari, S.Pd. menghadirkan inovasi PINTETIF guna mengubah pola penggunaan gawai dari sekadar hiburan menjadi sarana pembelajaran bermakna. Berangkat dari kekhawatiran tingginya interaksi siswa dengan media sosial yang belum produktif, PINTETIF menerapkan pendekatan berbasis proyek atau Project-Based Learning yang mengintegrasikan literasi digital, etika bermedia, dan pembentukan karakter siswa secara terarah dan terprogram.

Inovasi yang tak kalah penting adalah POMASI — Pohon Masalah dan Solusi, sebuah metode pembelajaran yang memvisualisasikan masalah, penyebab, dan solusi melalui bentuk pohon. Metode ini menjawab tantangan kemampuan analisis kritis siswa yang sebelumnya masih rendah, di mana 40% siswa kesulitan menganalisis konflik dalam teks bacaan dan ketuntasan belajar hanya 60%. Setelah diterapkan, ketuntasan melonjak menjadi 89% dan seluruh siswa mampu menganalisis teks bacaan dengan baik.
Inovasi ini disusun dengan landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendikbudristek terkait Kurikulum Merdeka, hingga Peraturan Wali Kota Batu Nomor 36 Tahun 2022 dan SK Wali Kota Batu Nomor 188.45/344/KEP/35.79.112/2025 tentang Inovasi Daerah. Hal ini menunjukkan keseriusan sekolah dalam menjadikan inovasi sebagai bagian dari sistem pendidikan yang berkelanjutan.
Dampak nyata dari ketiga program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga mengubah kebiasaan orang tua. Jika sebelumnya wali murid jarang berkunjung ke sekolah dan minat baca di lingkungan keluarga sangat rendah, kini mereka rutin datang, meminjam buku, membaca, dan membuat sinopsis. Hal ini menciptakan ekosistem literasi yang utuh — dari rumah ke sekolah, dan dari sekolah kembali ke masyarakat.
Keunggulan inovasi ini terletak pada kesederhanaan penerapan namun dampak yang luar biasa. MEMMEL memperkuat budaya baca melalui keterlibatan keluarga, PINTETIF mengubah teknologi menjadi alat belajar yang positif, dan POMASI melatih kemampuan berpikir kritis dengan media visual yang mudah dipahami. Ketiganya saling melengkapi dan dapat direplikasi oleh sekolah lain.
Kepala Sekolah SDN Sumbergondo 02, Dra. Aina Asmarani, menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari kebersamaan, kesadaran, dan kepedulian seluruh warga sekolah. “Kami tidak ingin hanya menunggu perubahan datang, tetapi kami yang menciptakan perubahan itu sendiri. Ketiga program ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan diraihnya hasil yang membanggakan ini, SDN Sumbergondo 02 berkomitmen untuk terus menyempurnakan dan memperluas ketiga inovasi tersebut ke sekolah-sekolah lain di Kota Batu. Semangat inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk terus bergerak meningkatkan kualitas literasi, karakter, dan daya pikir kritis generasi penerus bangsa tanpa bullyng.
Red/fer


.jpg)