Lansia Buruh Tani Ditemukan Meninggal di Sawah, Diduga Akibat Serangan Jantung - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Lansia Buruh Tani Ditemukan Meninggal di Sawah, Diduga Akibat Serangan Jantung

Friday, 14 August 2026
Petugas Polres Sragen melakukan Evakuasi terhadap Jenazah korban Buruh Tani yang ditemukan Meninggal di Sawah, Kamis (13/8/26).


SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Seorang buruh tani lanjut usia (lansia), Sugimin (67), ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dukuh Grasak, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Kamis (13/8/2026) petang. Korban sebelumnya sempat dicari keluarganya setelah tidak diketahui keberadaannya sejak sore hari.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno mengatakan, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB di persawahan Dukuh Grasak RT 011. Temuan tersebut kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.

"Awalnya pada pukul 17.30 WIB, seorang warga Darti mendapat telepon dari anak korban yang meminta tolong agar mengecek apakah korban ada di sawah di Dukuh Grasak RT 011," kata Warseno, Jumat (14/8/26).

Menurutnya, Darti kemudian meminta anaknya mengecek lokasi. Saat tiba di sawah milik korban, saksi mendapati Sugimin sudah dalam kondisi terbujur kaku dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada keluarga dan warga sekitar.

Sugimin diketahui merupakan warga Dukuh Kenatan RT 010, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sambungmacan langsung mendatangi lokasi. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Sragen untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Dua orang saksi turut dimintai keterangan guna memastikan rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menerima kondisi tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan autopsi dituangkan dalam pernyataan tertulis.

"Untuk sementara, kemungkinan meninggalnya korban karena jantung," ujar Warseno.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Sugimin diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan penanganan dilakukan dengan melibatkan petugas Inafis serta berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis di lokasi. (Joko S)