
JOMBANG | Warta Global Jatim.id – Di tengah riuhnya hajatan besar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung di Jombang, sosok KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, hadir membawa kesejukan.
Jumat, 28 Agustus 2026, suasana Muktamar yang dipenuhi dinamika, gagasan, dan perbedaan pandangan justru menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya nilai-nilai akhlak, ketenangan, dan keikhlasan yang diwariskan para ulama.

Gus Kikin tidak hanya dikenal sebagai penerus estafet kepemimpinan Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, tetapi juga menjadi sosok yang memancarkan nilai-nilai luhur pesantren: kesederhanaan, kerendahan hati, ketenangan, serta ketulusan dalam melayani umat.
Di tengah para muktamirin, keteladanan Gus Kikin menjadi gambaran nyata bahwa seorang pemimpin tidak selalu harus tampil dengan suara keras. Justru melalui ketenangan sikap, keramahan dalam menerima tamu, serta kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai persoalan, pesan kepemimpinan dapat tersampaikan dengan kuat.

Kehadiran beliau seolah mengingatkan bahwa kehormatan seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa tinggi tempat ia duduk, melainkan dari seberapa luas hati dan kesediaannya merangkul perbedaan.
Meneladani Gus Kikin berarti belajar kembali menata qalbu. Di tengah dinamika organisasi, perbedaan pilihan, serta perjuangan membangun masa depan NU dan bangsa, kepemimpinan yang berakar pada keikhlasan dan kejernihan hati akan senantiasa melahirkan kedamaian.
Muktamar bukan sekadar forum untuk menentukan arah organisasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat ukhuwah, menjaga adab, serta merawat persaudaraan di antara sesama warga Nahdlatul Ulama.
Dari Tebuireng, pesan keteladanan itu kembali terasa: bahwa perjuangan yang besar harus tetap dijalankan dengan hati yang bersih, sikap yang teduh, dan niat yang ikhlas.
Semoga keteladanan Gus Kikin dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para masyayikh Tebuireng senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh muktamirin dan warga NU untuk terus menebarkan kasih sayang, menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta mengabdi kepada agama dan bangsa.
Muktamar NU ke-35: Berbeda dalam gagasan, tetap satu dalam ukhuwah.
Nur Cholis
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id


.jpg)