Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Kemiskinan, Pemkab Bojonegoro Perluas Program Gayatri Menyasar 4.400 KPM - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Kemiskinan, Pemkab Bojonegoro Perluas Program Gayatri Menyasar 4.400 KPM

Wednesday, 22 July 2026

Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Kemiskinan


BOJONEGORO — Jatim.wartaglobal.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan melalui perluasan Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). Memasuki tahun 2026, program unggulan ini ditargetkan menyasar 4.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kelompok masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Bojonegoro.

​Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Gayatri yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Dander, Selasa (21/7/2026).

​Dalam arahannya di hadapan 80 peserta KPM dari delapan desa di Kecamatan Dander, Bupati menegaskan bahwa Gayatri dirancang bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sarana membangun kemandirian ekonomi berbasis keluarga.

​"Program ini kami siapkan agar masyarakat bisa berdiri di atas kaki sendiri. Bantuan ayam petelur diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menjadi sumber pendapatan yang terus berkembang," ujar Setyo Wahono.


​Strategi Produktif dan Berkelanjutan

​Menurut Bupati, telur yang dihasilkan dari usaha ternak ini memiliki fungsi ganda:

  • Pemenuhan Gizi: Menjadi sumber protein hewani harian untuk keluarga.
  • Sumber Pendapatan: Hasil penjualan telur memberikan pemasukan harian bagi rumah tangga.

​Guna memastikan keberlanjutan program, masyarakat diimbau untuk tidak menghabiskan seluruh keuntungan. Sebagian hasil penjualan diharapkan disisihkan sebagai modal pembelian bibit ayam baru ketika masa produktif ternak (sekitar 20–22 bulan) berakhir. Dengan siklus ini, usaha ternak dapat terus berputar tanpa bergantung pada bantuan pemerintah di masa mendatang.

​Kriteria Penerima Objektif dan Tepat Sasaran

​Program Gayatri 2026 menyasar masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desil 1 hingga Desil 5. Kriteria utama penerima diprioritaskan bagi warga usia produktif (18–60 tahun) yang memiliki komitmen kuat untuk mengelola usaha peternakan.

​Bupati menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan ini.

​"Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria. Tidak ada kaitannya dengan kedekatan politik ataupun kepentingan tertentu. Semua mengacu pada data agar bantuan tepat sasaran," tegasnya.


​Pendampingan dan Pelatihan Teknis

​Sebagai langkah pendukung, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memberikan pembekalan dan pendampingan komprehensif. Melalui Bimtek, para KPM dibekali berbagai keahlian penting, antara lain:

  1. Teknik Budidaya: Manajemen pemeliharaan ayam petelur.
  2. Kesehatan Ternak & Pakan: Pengelolaan pakan efisien serta pencegahan penyakit.
  3. Manajemen Keuangan: Pengelolaan hasil usaha secara profesional.

​Melalui sinergi antara bantuan fisik dan pelatihan ini, Pemkab Bojonegoro optimistis Program Gayatri mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, mempercepat penurunan angka kemiskinan, serta mewujudkan ketahanan pangan yang dimulai dari pekarangan rumah masyarakat.